RSUD dr. Soewandhi Surabaya Asetnya Dicuri Orang Dalam
▪︎SURABAYA-POSMONEWS.COM,-
Satu kalimat yang keingat akan sosok alm. Bang Napi “kejahatan bukan hanya niat dari pelaku. Tapi juga karena ada kesempatan”. Ini bisa lagi gambaran dua bromocorah karyawan kontrak RSUD dr. Soewandhi inisial JM dan FR bekerja sebagai cleaning service (petugas kebersihan).
Bagaimana tidak, di tempat dia mengais rizeki. Bukannya menunjukan sebuah prestasi atau mengabdi kepada instansi yang memeberinya gaji. Mereka malah memanfaat kan kesempatan untuk mencuri aset RSUD dr. Soewandhi berupa kompresor dan komputer CPU.
Alhasil dari tangan nyelutaknya itu. Mereka berdua harus berurusan dengan pihak terkait. Lantaran, tindakan para pelaku ini terekam CCTV waktu mencuri.
“Tempat kita itu yang mengawasi Polsek Simokerto. Apapun mau kriminal atau gangguan Kamtibmas itu semua Polsek Simokerto yang menangani,” kata Direktur RSUD dr. Soewandhi, dr. Billy D. Messakh, kepada awak media, Senin (30/1).
Billy menuturkan, aksi pencurian yang kerap terjadi di RSUD dr. Soewandhi Surabaya dapat dibongkar dan ditangkap Polsek Simokerto berkat kerja sama manajemen rumah sakit pelat merah itu dengan Polsek Simokerto. Bahkan, Billy memastikan dirinya sebagai pelapor.
“Intinya dia (Kapolsek Simokerto) cuma ngasih tahu aku, dok sudah ketangkep. Wong piro mas?, pokoknya otaknya wes onok (artinya orang berapa mas, pokoknya otaknya sudah ada),” ucap Billy menirukan percakapannya dengan Kapolsek Simokerto, Kompol AR Dwi Nugroho.
Billy tak menampik, kedua terduga pelaku pencurian itu merupakan karyawan kontrak RSUD dr. Soewandhi.Billy menjelaskan bahwa kedua pelaku JM dan FR mempunyai rekam jejak bekerja di salah satu rumah sakit juga dikeluarkan karena terlibat keterlibatan pencurian.
“Bukan residivis tapi spesialis pencurian. Memang mau bagaimana lagi, masa pandemi kita butuh banyak karyawan dan memang tidak diseleksi dengan ketat. akibatnya itu menjadi titik lemah kita,” pungkasnya.▪︎[HAR]

