Misteri Tumbal Nyawa Pendatang di Waduk Rancang
▪︎LAMONGAN-POSMONEWS.COM,-
Minggu lalu warga Kota Soto, Lamongan digegerkan dengan peristiwa
tewasnya seorang pemancing asal Kediri yang tenggelam di Waduk Rancangkencono, Kec. Kota Lamongan, Minggu (8/1/2023).
Adalah Arik (35), sang Mancing Mania asal Dusun Nglaban, RT. 01 RW. 02, Desa Naron, Kec. Banyakan, Kediri yang tenggelam ketika tengah mencari spot mancing di waduk Rancang Kencono, Kec. Kota Lamongan .
Kronologi peristiwa naas yang menimpa pemancing itu berawal saat korban yang berangkat bersama 7 rekannya dari Kediri bertandang ke lokasi waduk untuk mancing itu langsung bergegas mencari spot atau tempat memancing dengan menyusuri ke tengah waduk.
Keterangan salah satu teman pemancing, saat di waduk, korban ke tengah sekitar 15 meter dari tepian waduk. Korban terperosok di kedalaman waduk dan tidak bisa berenang hingga ia pun tenggelam.
Namun di detik-detik maut, korban juga sempat ber minta tolong temannya. Sebelum semoat mendapat pertolongan, korban sudah tenggelam dan tidak muncul lagi ke permukaan.
Pasca kejadian tersebut, warga di sekitar waduk membantu mencari korban dibantu oleh teman-teman korban dengan menggunakan alat seadanya. Petugas kepolisian bersama BPBD Lamongan juga datang dengan mengerahkan 2 perahu untuk melakukan pencarian.
Akhirnya, setelah beberapa jam pencarian, korban akhirnya ditemukan oleh petugas gabungan Polri dan BPBD Lamongan yang melakukan penyisiran di lokasi waduk. Korban ditemukan sudah dalam keadaan tak bernyawa.
Terlepas dari penyebab human error dari korban yang kurang memahami kondisi waduk, dan kurang piawai berenang, investigasi metafisika yang dilakukan media ini menemukan hal-hal yang bisa dijadikan warning bagi para pendatang.
Informasi dari tokoh pinisepuh dan spiritualis lokal Desa Rancangkenconomengatakan ada tradisi mistik di waduk ini setiap tahun membawa korban atau tumbal nyawa.
“Jadi harus hati-hati jika mau memancing, mencari ikan, mencari kodok atau aktifitas lain di sini. Biasanya yang naas itu orang-orang pendatang, dari luar desa atau daerah lah yang diincar sang penunggu gaib waduk Rancangkencono,” tuturnya.
Sedangkan menurut Mbah Suntiah, orang ngerti asal Desa Rancang yang kini tinggal di wilayah Sukodadi menyebut bab mitos tumbal itu memang sering terjadi. Sehingga ia memberi tips supranatural agar selamat jika akan memancing atau mencari ikan di waduk tersebut.
Memang sudah 3 tahun ini waduk ini meminta korban, terakhir dulu ada orang dari Looang, Tikung yang tenggelam. Dan baru kemaren ada lagi yang tenggelam oleh kalap, katanya orang dari Kediri.
“Maka jika anda orang nanca dan pendatang, haruslah berhati-hati dan waspada. Kalo bisa ya banyak berdoa, nyuwun keselamatan, dan sebisanya kulo nuwun pada sang Baurekso. Ya intinya biar selamat maka jika kalian ke waduk ini harus membawa gedebong pisang. Pokoknya buat syarat kah, agar tidak diganggu oleh penunggu golongan gaib hitam yang sering mencelakai manusia,” kata Mbah Sun.▪︎[DANAR SP]
