Bilateral Meeting antara BNN RI dan LCDC Laos
▪︎Mengungkap Jaringan Internasional Golden Triangle
▪︎POSMONEWS.COM,-
Selasa, 6 Desember 2022 saya melakukan kunjungan kerja ke Laos dalam rangka pertemuan bilateral dengan Lao National Commission on Drug Control and Supervision (LCDC) untuk membahas jaringan narkotika internasional Golden Triangle. Kunjungan ini juga merupakan implementasi dari MoU antara Indonesia dan Laos dalam Pengendalian Narkotika, Psikotropika dan Prekursor serta Penyalahgunaan Narkotika.
Pada pertemuan tersebut, saya didampingi oleh Duta Besar RI Vientiane, R.P. Pratito Soeharyo, Direktur Intelijen BNN RI Brigjen. Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. dan Kelompok Ahli Bidang Kerja Sama Internasional Ambassador Harry R.J. Kandou. Delegasi yang saya pimpin diterima oleh Commissioner LCDC, Major General Khamking Phuilamanivong yang didampingi oleh Sekjen LCDC, Wakil Sekjen dan para Direktur, serta para pejabat kementerian terkait.
Kunjungan kerja ke Laos ini bertujuan untuk berdiskusi dan membangun kerja sama dalam rangka mengungkap kejahatan narkotika jaringan internasional Golden Triangle. Sebagaimana diketahui, sebagian besar narkotika yang masuk ke Indonesia berasal dari kawasan tersebut. Masalah yang sama juga dihadapi oleh Laos, selain produksi narkotika, Laos juga menjadi titik transit jaringan sindikat Golden Triangle.
Commissioner LCDC menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada delegasi BNN RI, karena kunjungan ini menjadi kunjungan pertama setelah 2 tahun lebih pandemi COVID-19. Dalam pertemuan, diungkapkan bahwa Laos menjadi titik transit strategis dalam peta peredaran narkotika internasional. Laos berbatasan dengan Tiongkok dan Myanmar di bagian utara, dan sebagian besar perbatasan Laos dengan negara tetangga dibatasi oleh sungai Mekong. Perbatasan dengan Myanmar sepanjang 450 km menjadi perhatian pemerintah Laos terkait peredaran narkotika.
Serupa dengan Thailand, narkotika yang paling banyak disalahgunakan di Laos adalah Tablet Methamphetamine/Yaba dan Methamphetamine kristal. Sedangkan modus operandi penyelundupan narkotika menggunakan kemasan teh dan kopi dengan huruf Tiongkok▪︎(anggl/alams)


