Disparbud Fokus Pembangunan Cungkup Utama Makam Ibunda Gajahmada
▪︎Menyoal Mangkraknya Pemugaran Situs Gunung Ratu (2-Habis)
▪︎LAMONGAN-POSMONEWS.COM,-
Sebagaimana yang diberitakan di media ini, Rabu, (14/6/2023) menyoal mangkraknya pemugaran situs Makam Dewi Andingsari di bukit Gunung Ratu, yang lokasinya di Dusun Cancing, Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngimbang. Otoritas Pemkab Lamongan telah memberi kejelasan terhadap pembangunan makam yang dipercaya merupakan makam ibu Gajah Mada ini.
Sebuah potensi sebagai destinasi wisata alam, disamping Wisata Religi, Gunung Ratu latak untuk dikembangkan sehingga menjadi salah satu ikon wisata di wilayah Lamongan Selatan ini.
Sebagai ikon wisata religi dan spiritual, misalnya, Gunung Ratu banyak dikaitkan cerita asal-usul Gajah Mada. Salah satunya bahwa Gajah Mada berasal dari Lamongan.
Cerita tutur dilengkapi keberadaan makam Dewi Andongsari yang disebut-sebut merupakan ibunda Gajah Mada seolah bukti bahwa Gajah Mada memang benar berasal dari Lamongan.
Sedangkan wisata alam, Gunung Ratu sempat dijuluki Sange-nya Lamongan, karena di tempat itu dihuni ribuan satwa kera layaknya Hutan Sange di Bali.
Hal yang sangat disayangkan jika potensi yang besar untuk pengembangan wisata Lamongan menjadi terhambat.
Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan,
Miftah Alamudin, SAP memberi klarifikasi bahwa pemugaran Situs Makam Gunung Ratu yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) sudah tercapai yakni pembangunan cungkup utama Makam.
“Mohon izin, untuk kegiatan Disparbud di Gunung Ratu hanya sebatas pembangunan cungkup makam tahun 2022. Untuk selebihnya kami tidak tahu, bisa klarifikasi pada pihak pengelola atau Pemdes setempat,” tutur Miftah.
Lebih jauh Cak Miftah juga menyarankan untuk mengklarifikasi pada pihak perhutani sebagai pemilik lahan. Jadi kewenangan untuk pemberian izin dan pembangunan itu ada di Perhutani.
“Kalau kami (Disparbud, red), sifatnya untuk rehabilitasi situs cagar budayanya saja. Selebihnya kita belum ada kegiatan di sana. Karena belum ada kejelasan terkait pengembangan di Gunung Ratu,” tegasnya.
Data yang dihimpun media ini terkait pemugaran Situs Makam Ibunda Gajahmada ini telah dilakukan oleh Pemkab Lamongan. Melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) melakukan revitalisasi atau perbaikan Makam Dewi Andongsari. Terutama perbaikan di bagian cungkup atau atap yang menaungi pusara.
Hal itu ditegaskan oleh Kepala Disparbud, Siti Rubijah pada insannpers, saat peletakan batu pertama situs Makam Demi Andongsari itu telah dilakukan langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Effendi.
“Perbaikan Makam Dewi Andongsari itu, hanya akan dikhususkan pada cungkup makamnya saja. Dan pembangunan ini sebagai bentuk pelestarian situs sejarah yang penting. Artinya untuk menuju kejayaan Lamongan seperti di masa lalu,” tuturnya.
Selain Makam Dewi Andongsari Pemkab Lamongan akan memfokuskan pembangunan empat bangunan atau situs cagar budaya lainnya. Yakni Makam Mbah Lamong, Petilasan Joko Tingkir, Makam Mbah Kinameng, dan juga penataan kawasan di situs Candi Patakan.▪︎[DANAR/ARIFIN]




