Berita

Antisipasi DBD, Babinsa Pelang Gandeng Nakes Lakukan Fogging

▪︎LAMONGAN-POSMONEWS.COM,-
Beberapa hari terakhir hampir seluruh wilayah di Kabupaten Lamongan mengalami hujan. Pada saat musim penghujan biasanya juga diikuti dengan munculnya beberapa penyakit, salah satu diantaranya adalah demam berdarah dengue (DBD).

Penyakit DBD ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albocpictus dan bisa menyerang siapa saja dari berbagai usia, yang dapat berujung fatal bila tidak tertangani dengan tepat.

Sebagai langkah antisifatif terhadap bahaya Demam Berdarah Dengue (DBD) di musim penghujan ini, Babinsa Koramil 0812/05 Kembangbahu, Serda Gofur bersama Nakes Puskesmas kec Kembangbahu serta perangkat Desa Pelang melakukan penyemprotan atau fogging sebagai salah satu upaya pencegahnya di musim penghujan utamanya di desa Pelang kec Kembangbahu Kab Lamongan.

Kegiatan fogging dilaksanakan di rumah rumah warga serta selokan atau gorong gorong di Desa Pelang, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan. Rabu (09/11/2022).

Meski demikian untuk memenuhi target fogging harus dilakukan sesuai aturan. Fogging hanya dapat dilakukan setelah adanya koordinasi dengan pihak terkait

Dan agar aman tambahnya “kegiatan ini dilakukan saat nyamuk Aedes aegypti beraktivitas, yaitu sekitar pukul 08.00-11.00 WIB dan pukul 14.00-17.00 WIB. Sayangnya, pemberantasan nyamuk dewasa yang dilakukan lewat fogging ini tidak cukup efektif dilakukan sebagai upaya pencegahan DBD secara keseluruhan. Karena nyamuk tetap menyisakan telur dan jentik atau larva” imbuh Serda Gofur

Upaya ini dilakukan untuk pengendalian dan pemberantasan nyamuk DBD dan menghindari resistensi nyamuk terhadap insektisida dan pencemaran udara, maka tindakan foging ini harus diikuti dengan upaya pencegahan penyakit DBD lainnya agar rantai penyebaran demam berdarah benar-benar terhenti. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan aktivitas 3M Plus.

Yaitu, Menguras dan Membersihkan tempat yang menjadi penampungan air, Menutup secara rapat tempat-tempat penampungan air tersebut agar tidak menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti,” pungkasnya.▪︎[DANAR SP]

Related Articles

Back to top button