Kafe Kopi Nako Dibuka, Destinasi Wisata Kuliner

▪︎KOTA MALANG – POSMONEWS.com,-
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mewakili Wali Kota Malang meresmikan pembukaan Kafe Kopi Nako yang berlokasi di Jalan Sultan Agung No. 4, Kota Malang, Senin (27/10/2025).
Eko menyampaikan, kehadiran Kopi Nako menambah referensi baru bagi masyarakat dan wisatawan yang ingin menikmati suasana kuliner khas Kota Malang.
“Tempat nongkrong seperti ini menjadi daya tarik tersendiri dan dapat meningkatkan kunjungan wisata, khususnya wisata kuliner,” jelasnya.
Kafe Kopi Nako merupakan hasil kerja sama dengan Harian Kompas, yang memanfaatkan bangunan eks kantor media nasional tersebut. Berada di lokasi strategis di pusat kota, dekat dengan perkantoran, Balai Kota Malang, DPRD, serta kawasan perguruan tinggi, kafe ini dinilai memiliki potensi pasar yang menjanjikan.
Eko juga mengapresiasi konsep ramah lingkungan yang diterapkan pengelola.
“Selain tempatnya nyaman, kafe ini memiliki sistem pengelolaan sampah mandiri. Berbagai jenis sampah diolah kembali menjadi barang bernilai guna, seperti meja, atap, dan sarana lainnya. Ini patut menjadi contoh bagi kafe lain di Kota Malang,” imbuhnya.
Selain itu, menurutnya pembukaan kafe ini turut membuka lapangan kerja baru, karena perekrutan tenaga kerja juga melibatkan warga sekitar.
“Dengan pelayanan yang baik dan lokasi yang strategis di tengah kota, kami optimistis Kopi Nako akan menjadi salah satu destinasi favorit bagi masyarakat. Konsep pengelolaan sampahnya yang berkelanjutan juga menjadi nilai tambah,” jelas Eko.
Sementara itu, Wakil Pimpinan Umum Harian Kompas, Paulus Tri Agung Kristanto, selaku penanggung jawab kafe, menjelaskan bahwa Kopi Nako juga mengusung konsep kafe media. Selain menjadi ruang publik, di tempat ini juga terdapat kantor media massa yang terbuka bagi komunitas, jurnalis, maupun kalangan budayawan.
“Media tidak bisa dipisahkan dari masyarakat. Melalui interaksi di ruang ini, kami ingin membangun kemandirian dan keberlanjutan media. Kafe ini juga menjadi langkah mendekatkan media kepada publik, sekaligus menjaga independensi pers agar tetap sehat,” tutup Paulus.▪︎(AHM/Say)
