Berita

Ngaku Banyak Koneksi Jendral, Mengancam Penjarakan Pelapor

▪︎ HS, Eks Ketua Organisasi Adat Diduga Menipu

▪︎ LAMONGAN – POSMONEWS.COM,-
Masuk sebagai terlapor, di Polres Lamongan dengan register STTTLPM. RESKRIM/77/II/2026/SPKT/POLRES LAMONGAN, kini kasusnya masih dalam penyelidikan Unit II, HS, yang dulu dikenal sebagai ketua sebuah organisasi budaya dan masyarakat adat Nusantara ini tidak ada rasa tanggung jawab, apalagi itikat baik untuk mengembalikan uang yang dipakainya itu.

Hal tersebut terungkap saat wawancara media ini dengan pelapor yakni Suko Edi Puspito di kediamannya di Sekaran, Lamongan.

Ia membenarkan telah mentransfer uang 50 Juta pada HS. Namun janji pertama mbleset, dan tetap ada alasan yang membuat pelapor mulai timbul rasa curiga.

Namun di beberapa waktu berselang, HS menelpon pelapor untuk datang di sebuah hotel di Tuban. Saat itu memang ada acara pelantikan pengurus organisasi masyarakat adat di DPD Tuban.

HS meminta uang 10 Juta kepada pelapor (diberikan lewat  tranfer, red) dan mengatakan ada seorang jendral yang datang, sehingga ia akan menemuinya beberapa hari lagi untuk mengurus serta menyelesaikan perizinan tersebut.

Janji yang ditunggu tak kunjung adanya. Pelapor menelpon HS menanyakan perihal perizinan dan jendral yang dimaksud. Ternyata HS menjawab, cukup aneh “Jendralnya Kita Simpan Saja! “

Dirasa sudah melebihi deadline, saat janji hingga lebih dari 21 hari yang dijanjikan oleh HS untuk mengurus perizinan pabrik adiknya itu nihil, Pak Puspita, panggilan akrabnya, menduga kalo HS tidak bisa dipercaya.

Maka ia dan adiknya menelpon HS, dan bisa bertemu di sebuah hotel di  Surabaya. Saat bertenu, terlapor seseorang yang mengaku rekanan, diduga terlapor bersandiwara dengan menelpon pucuk pimpinan korp kepolisian.

“Intinya saya sudah tidak berharap lagi, apalagi percaya kerja HS. Jadi saya ingin tidak diperpanjang lagi masalah pengurusan perizinan itu. Dan saya minta uang saya dikembalikan, ” tuturnya pada media ini.

Syahdan, pelapor menghubungi via telpon terlapor, namun berkali-kali telponnya tidak direspon. Pesan WA juga tak pernah dijawab.

“Suatu kali, entah secara kebetulan saya telpon pelapor dan diangkat. Dari seberang ternyata yang menjawab orang lain, bukan terlapor. Mungkin saja anak buah atau rekanannya. Ia mengancam saya untuk memenjarakan adik saya. kan lucu. Padahal saya ingin ada etikat baik dari terlapor, entah bagaimana caranya. Agar masalah terselesaikan,” tukas pelapor.
▪︎[DANAR SP]

Related Articles

Back to top button