Mantapkan IKM, SMANKAR Gelar Workshop P5 & Asesmen Pembelajaran
▪︎LAMONGAN-POSMONEWS.COM,-
SMA Negeri 1 Karangbinangun, Kab. Lamongan menggelar Wokshop Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dengan topik Penguatan Proyek Profil Pelajar Pancasila (P5) & Asesmen Pembelajaran, di Hotel Royal Trawas 21 – 22 Oktober 2022.
Workshop ini diikuti semua guru dan staf karyawan SMAN 1 Karangbinangun dengan dua narasumber yakni Drs. H. Salamun, M.Pd dan Rasmi’an, S.Pd, M.Pd yang merupakan instruktur di Cabdin Propinsi Jawa Timur wilayah Kab. Lamongan.
Kepala SMA Negeri 1 Karangbinangun Drs. H. Ali Nurdin, M.Pd mengatakan pentingnya pendalaman menyeluruh yang terkait dengan penerapan
Kurikulum Merdeka di lembaga yang diampunya itu sebagai kesiapan para guru, staf karyawan dan siswanya nanti.
Sebagaimana kurikulum baru pada dunia pendidikan yang mengacu pada pendekatan bakat dan minat. Menekankan pembelajaran intrakurikuler beragam dimana konten akan lebih optimal agar siswa memiliki cukup dan mendalami konsep menguatkan kompetensi.
“Perubahan kurikulum (implementasi kurikulum merdeka, red), maka semua civitas akademika di SMA Negeri 1 Karangbinangun mempersiapkan diri mulai dari memahami kurikulum dan menelaah kurikulum, agar nantinya betul-betul siap mengimplementasikan kurikulum tersebut,” tuturnya.
Ditambahkan oleh H. Ali Nurdin, bahwa untuk mendapat pemahaman lebih, lembaganya mengagendakan Workshop susulan selama 2 hari yang akan dilaksanakan di Auditorium sekolah.
“Workshop 2 hari dengan narasumber yang kompeten ini rasanya tidak cukup, akan kita lanjutkan di Auditorium SMA Negeri 1 Karangbinangun yang cukup representatif, di tanggal 28-29 Oktober 2022 nanti. Semoga para guru makin mantap dan siap menjalankan kurikulum merdeka ini,” tegasnya.
Adapun narasumber Workshop, Rasmian, S.Pd, M.Pd, menguraikan bahwa Projek penguatan profil pelajar Pancasila memberikan ruang bagi semua anggota komunitas satuan pendidikan untuk dapat mempraktikkan dan mengamalkan profil pelajar Pancasila.
“Pertama yang kita bangun adalah frame kita, untuk memahami kurikulum merdeka dengan positif dan nilai lebihnya daripada K-13,” kanya.
Dan, khususnya untuk P5 ini penekanannya, adalah pendekatan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang berbeda dengan pembelajaran berbasis proyek dalam program intrakurikuler di dalam kelas.
“Simpulnya, projek penguatan ini juga dapat menginspirasi peserta didik untuk memberikan kontribusi dan dampak bagi lingkungan sekitarnya,” urainya.
Mengacu pada prinsip-prinsip utama dalam proyek penguatan profil pelajar Pancasila yaitu bersifat holistik, kontekstual, berpusat pada peserta didik, dan eksploratif .
“P5 bermanfaat bagi siswa, diantaranya untuk memperkuat karakter dan mengembangkan kompetensi sebagai warga dunia yang aktif, melatih kemampuan pemecahan masalah dalam berbagai kondisi, serta memperlihatkan tanggung jawab dan kepedulian terhadap isu di lingkungan sekitarnya (sekolah),” lanjutnya.
Sedangkan simpulan terhadap Materi Assesmen Pembelajaran, Rasmi’an, S.Pd, M.Pd menjabarkan sebagai informasi bagi guru untuk merefleksikan pembelajaran yang telah dilakukan supaya guru dapat mendiagnosis kebutuhan belajar siswa dalam pembelajaran.
Jurnalis MM, mencuplik pandangan Carol Ann Tomlinson, bahwa penilaian atau asesmen lebih berkaitan dengan membantu siswa tumbuh dan berkembang daripada dengan membuat katalog kesalahan mereka (siswa).
Terkadang lalai, Assesmen Diagnostik yang dilakukan oleh Guru BK. Selanjutnya ada Assesmen Formatif dan Sumatif. Namun paradikmanya, Assesmen Sumatif yang dipentingkan.
“Padahal Assesmen Formatiflah harus dikedepankan, agar terbangun kesadaran bahwa proses pencapaian tujuan pembelajaran lebih penting dari hanya Hasil Akhir, dan sebagai perbaikan proses pembelajaran yang berkelanjutan,” pungkasnya.▪︎(DANAR SP)