Proyek Jalur Gumitir, DPRD Jember Desak Dipercepat

- ▪︎Dirancang 55 Titik Perbaikan Menjadi 60 Titik
▪︎JEMBER – POSMONEWS.com,-
Perbaikan ruas jalan Gumitir yang menjadi jalur utama penghubung antara Kabupaten Jember dan Banyuwangi saat ini baru mencapai 27 persen.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab. Jember mendesak agar proyek ini dipercepat dan rampung sebelum batas waktu 24 September 2025, guna mengembalikan kelancaran mobilitas masyarakat.
Sekretaris Komisi C DPRD Kab. Jember, David Handoko Seto, bersama perwakilan dari Bina Marga dan Dinas Perhubungan, melakukan peninjauan langsung ke lokasi pekerjaan.
Lebih lanjut David menyatakan bahwa progres lapangan saat ini masih sesuai dengan rencana awal.
“Kami ingin memastikan pengerjaan tetap berjalan sesuai jalur. Saat ini, progresnya masih dalam koridor yang tepat,” ujar David saat ditemui di kawasan Gumitir, dikutip dari situs resmi
dprd.jemberkab.go.id.
David mengungkapkan, proyek ini awalnya dirancang mencakup 55 titik perbaikan, namun dalam prosesnya mengalami penambahan lima titik baru sehingga total menjadi 60 titik dengan panjang total mencapai 115 meter.
“Awalnya hanya 55 titik, tapi kemudian ditambah 5 titik lagi. Total kini ada 60 titik yang dikerjakan,” jelasnya.
David juga menyebutkan bahwa salah satu lokasi tambahan merupakan titik baru yang mengalami kerusakan akibat longsor. Lokasi ini, menurutnya, sudah mulai dikerjakan agar bisa selesai bersamaan dengan titik-titik lainnya.
“Titik tambahan ini bersifat mendesak karena kondisi tanah yang labil, jadi dikerjakan bersamaan agar tidak tertunda,” katanya.
Total anggaran proyek ini mencapai lebih dari Rp 15 miliar, bersumber dari pemerintah pusat. Sementara, pengerjaan di titik longsor yang baru masuk dalam daftar mendapat alokasi terpisah, sekitar Rp 1 miliar.
“Dana utamanya dari pusat, mencapai lebih dari Rp 15 miliar. Sedangkan untuk titik tambahan, jumlahnya relatif lebih kecil,” lanjut David.
Meskipun terjadi penambahan lokasi pekerjaan, politisi dari Partai NasDem itu menegaskan bahwa tidak boleh ada alasan penundaan penyelesaian proyek. Ia meminta seluruh pihak terkait tetap menargetkan penyelesaian sebelum 24 September 2025.
“Tambahan titik tidak boleh dijadikan alasan molor. Kami minta pengerjaan bisa diselesaikan tepat waktu,” tegasnya.
David juga menyoroti dampak besar dari penutupan jalan terhadap perekonomian warga. Ia berharap jalur tersebut segera bisa difungsikan normal tanpa sistem buka-tutup agar aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu.
“Jangan sampai nanti masih ada sistem buka tutup. Kalau bisa, setelah selesai langsung bisa dilalui normal,” imbuhnya.
Lebih lanjut, David menekankan bahwa percepatan pengerjaan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga berkaitan erat dengan pemulihan aktivitas ekonomi warga yang sempat terganggu akibat proyek perbaikan Jalur Gumitir tersebut.
“Efek ekonominya sangat terasa, terutama di sektor perdagangan dan distribusi barang. Maka penyelesaian cepat sangat krusial,” pungkasnya.▪︎[FEND]


