Belum Dievakuasi, Tim DLU Investigasi KM Satya Kencana III
▪︎PANGKALAN BUN-POSMONEWS.COM,-
Penyebab karamnya Kapal Motor (KM) Satya Kencana III di Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, menjadi perhatian Tim PT Dharma Lautan Utama (DLU) Pusat Surabaya.
Sebelum dilakukan evakuasi terhadap KM Satya Kencana III, PT. DLU, terlebih dahulu menginvestigasi karamnya kapal motor tersebut. Apa yang menjadi penyebab karamnya KM Satya Kencana III.
“Saat ini tim dari Surabaya sudah melakukan investigasi atau pemeriksaan langsung di lokasi,” kata Manager Kantor Cabang Dharma Laut Utama Kumai Agus Suprianto di Pangkalan Bun, Rabu (19/10/2022).
Dikatakannya, untuk hasilnya pemeriksaan karamnya kapal KM Satya Kencana III dari tim investigasi nanti, PT. DLU akan memberikan keterangan kepada media.
“Nanti kita akan memberikan keterangan, mohon bersabar pasti akan kita info kan secepatnya,” kata Agus.
Dikutip dari laman antaranews.com, Kepala KSOP Kelas IV Kumai, Hary Suyanto, mengatakan untuk evakuasi kapal sendiri belum ada batas waktu dari KSOP. Karena tim dari DLU masih melakukan investigasi.
“Setelah melakukan investigasi, kami dan DLU akan melakukan rapat bersama, keterangan lebih lanjutnya silakan langsung tanyakan ke tim dari DLU,” kata dia.
Sementara itu, KSOP Kumai melakukan antisipasi tumpahan minyak dari KM Satya Kencana III yang karam di Perairan Kumai dengan pemasangan oil boom di sekitaran kapal.
“Pemasangan oil boom ini untuk mengantisipasi ada tumpahan minyak dampak dari insiden ini, agar minyak tidak meluas dan merusak lingkungan sekitar,” ujarnya.
Pada kejadian yang terjadi pada Rabu dini hari (19/10) sekira 02.15 WIB sebanyak 10 unit kendaraan masih terperangkap di dalam kapal, dan satu unit truk pengangkut sayur tercebur ke sungai Kumai dengan kedalaman sekitar 6 meter.
Kapal yang datang dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sendiri baru sandar di pelabuhan Panglima Utar Kumai sekitar pukul 00.40 WIB tersebut membawa penumpang sebanyak 289 Jiwa dengan rincian dewasa 252 jiwa, anak-anak 24 jiwa, bayi 13 jiwa, sepeda motor empat unit, mobil enam unit, truk tiga unit, dan fuso 12 unit.
“Tidak ada korban jiwa pada kejadian ini, karena penumpang sudah turun semua sebelum kapal melakukan bongkar muat kendaraan,” kata Hary Suyanto
Ditambahkannya, untuk pelayanan pelabuhan sendiri tidak ada gangguan, dan untuk kapal yang masuk ke pelabuhan Kumai nanti akan bergantian.▪︎(ALAMS/AHM)



