Ketua MPR RI: Waspadai Serangan Wabah Monkeypox
▪︎JAKARTA-POSMONEWS.COM,-
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi kasus pertama cacar monyet atau monkeypox di Indonesia, terdeteksi pada satu pasien dari DKI Jakarta.
Melihat kejadian itu, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), meminta pemerintah dalam hal ini Kemenkes melalui Dinas Kesehatan fokus melakukan surveilans kepada kontak erat atau tracing pasien terkonfirmasi cacar monyet tersebut, sehingga dapat diketahui orang yang memiliki kontak erat langsung dengan pasien.
“Kemenkes untuk dapat mengakselerasi pengadaan dosis vaksin cacar monyet atau monkeypox dengan memprioritaskan untuk pasien terkonfirmasi positif cacar monyet dan orang yang berkontak erat dengan pasien,” katanya.
Bamsoet mengharapkan, Kemenkes bersama para pakar dan tenaga kesehatan memberikan pemahaman serta edukasi, baik mengenai virus cacar monyet, penularan virus hingga cara pencegahan yang efektif. Mengingat hal ini penting agar masyarakat paham dan bisa lebih aware ketika beraktivitas di luar rumah.
Pemerintah, lanjut Bamsoet, lebih meningkatkan kewaspadaan serta menjadikan kasus pertama cacar monyet di Indonesia ini sebagai peringatan, sehingga pemerintah dapat menyusun dan mengeluarkan kebijakan guna mengantisipasi meluasnya wabah cacar monyet di tanah air.
“Masyarakat jangan panik, namun tetap waspada terhadap penularan, serta tetap disiplin protokol kesehatan juga menjaga pola hidup sehat dan bersih,” paparnya.
Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) mengungkap pandemi Covid-19 yang terjadi lebih dari dua tahun membuat imunisasi dasar lengkap dan imunisasi rutin banyak anak Indonesia terhambat.
“Dinas Kesehatan di masing-masing daerah untuk melakukan pendataan menyeluruh terhadap cakupan imunisasi anak-anak didaerahnya, khususnya cakupan imunisasi dasar dan imunisasi yang tertinggal,” pinta Bamsoet.
Bamsoet meminta pemerintah untuk terus menggencarkan program bulan imunisasi anak (BIAN) secara bertahap, diutamakan di daerah yang cakupannya paling rendah guna mengejar vaksinasi yang tertinggal.
“Pemerintah perlu mengingatkan sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya orang tua bahwa vaksinasi atau imunisasi lengkap bagi anak terutama balita sangatlah penting. Mengingat, vaksinasi diberikan untuk mencegah kematian akibat penyakit dan menghindari kejadian luar biasa (KLB)” pungkasnya.**(za/alams)

