Tingkatkan Perekonomian Warga, Satgas TMMD ke-114 Bangun Jalan 1625 Meter
▪︎LAMONGAN-POSMONEWS.COM,-
Hutan belantara yang dulu melingkupi daerah pedesaan di Kecamatan Mantup, khususnya di Desa Tunggunjagir, disebut salah satu daerah terisolir. Nampak terbentang jalan menembus batas ketertinggalan di perdesaan.
Kini ada harapan cerah dari warga di Desa Tunggunjagir seiring datangnya para anggota TNI dengan program TMMD.
Hal tersebut diungkapkan Dansatgas TMMD ke 114, Letkol Kav Endi Siswanto Yusuf, saat meninjau pengerjaan sasaran rabat beton.
Dalam peninjauan itu Dansatgas TMMD ke 114 yang juga Dandim 0812 Lamongan menyampaikan, kehadiran TMMD ke 114 menjawab semua kesulitan dan keluh kesah warga selama ini.
“Saat ini mereka akan segera menikmati jalan baru, menikmati air bersih bahkan beberapa warga yang tidak mempunyai rumah atau rumahnya yang tidak layak sudah tidak khawatir kepanasan dan kedinginan karen mereka sekarang sudah mempunyai rumah bagus, semua berkat TMMD ke114 dari Kodim 0812 Lamongan dan Pemerintah Kab. Lamongan,” tuturnya.
Dari pantauan media, memasuki detik-detik waktu terus berjalan, pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 114 di Desa Tunggunjagir, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan mulai nampak hasil cukup signifikan. Hal itu berkat kerja keras dan gotong-royong personel gabungan Satgas TMMD ke 114 beserta elemen masyarakat.
“Alhamdulilah hari ini pekerjaan tidak ada hambatan, cuaca mendukung sehingga tidak ada hambatan kita bisa kebut hari ini dan semua target bisa segera tercapai dengan maksimal,” ungkap Dansatgas TMMD ke 114 saat meninjau lokasi jalan rabat beton.
Puaskan Warga Petani
Salah satu hasil pencapaian pengerjaan, sasaran utama pembangunan TMMD ke114 di Desa Tunggunjagir, Kecamatan Mantup, pembangunan infrastruktur jalan cor untuk jalan penghubung dusun dan usaha tani sepanjang 1625 meter, kini sudah bisa dinikmati masyarakat sebagai sarana transportasi.
Tukino (50) warga Dusun Tunggun, Desa Tunggunjagir, merasakan manfaatnya. Bagaimana tidak, akses tersebut telah memupus rasa pesimis warga yang sebelumnya merasa susah untuk melakukan pengangkutan hasil pertaniannya.
“Dulu warga kami harus bersusah payah dalam mengangkut hasil panen, mulai dari padi jagung hingga tebu apalagi disaat musim penghujan,” ungkapnya.
Menurutnya, TMMD ke 114 di desanya merupakan gambaran nyata kontribusinya dalam pemerataan infrastruktur umum dari pemerintah melalui TNI. Meskipun bertahap, namun nyata dan bisa dirasakan manfaatnya.
“Seperti yang pernah disampaikan Dansatgas TMMD 0812/Lamongan, Letkol Kav. Endi Siswanto Yusuf, bahwa pelaksanaan TMMD ke 114 ini merpakan kemanunggalan TNI dengan rakyat,” pungkasnya.**(DANAR SP)
