Dinas PUPR Jombang Ungkap Kendala Normalisasi Sungai

- ▪︎ JOMBANG – POSMONEWS.com,-
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang menerima 93 usulan normalisasi sungai dan aliran irigasi dari pemerintah desa. Adanya kendala, program normalisasi tersebut belum seluruhnya berhasil ditangani.
’’Usulan dari desa sangat banyak. Tahun 2025 ada 93 permintaan normalisasi sungai dan saluran. Tapi yang bisa kami tangani baru sekitar 60 lokasi,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang, Bayu Pancoroadi, melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA), Sultoni.
Banyaknya usulan yang belum bisa dikerjakan, disebabkan keterbatasan alat berat dan kapasitas penanganan di lapangan. Hal itu disebabkan dalam setiap tahun permintaan normalisasi sungai dan saluran irigasi karena kondisicepat mengalami pendangkalan maupun tersumbat material.
’’Setiap musim hujan pasti muncul sumbatan baru. Ada bambu, enceng gondok, kangkung, juga sedimentasi. Jadi kebutuhan normalisasi terus bertambah,’’ ungkapnya.
Dari puluhan usulan yang belum tertangani, sebagian besar berada di wilayah rawan banjir. Namun, pihaknya terpaksa melakukan prioritas penanganan berdasarkan tingkat risiko dan dampak terhadap masyarakat.
’’Kami utamakan lokasi yang rawan banjir dan berdampak langsung ke permukiman warga serta lahan pertanian. Itu yang kami dahulukan,’’ tegas Bayu.
Memasuki Anggaran Tahun 2026, Dinas PUPR Jombang menargetkan melanjutkan normalisasi di sekitar 50 sungai dan saluran irigasi. Beberapa pekerjaan sudah mulai dilakukan sejak awal tahun 2026.
Normalisasi saluran sekunder Menganto di Desa Tugusumberejo, Kecamatan Peterongan. Serta pembersihan sumbatan di Kali Marmoyo.
’’Untuk awal 2026 ini kami sudah mulai. Normalisasi di saluran Menganto kami lanjutkan, termasuk pembersihan sumbatan di Kali Marmoyo,’’ ungkapnya.
Disangping itu PUPR Jombang juga mulai memperbaiki jebolan tanggul di Desa Sumberagung, Kecamatan Perak. Perbaikan tanggul dinilai krusial karena berpotensi menimbulkan banjir jika tidak segera ditangani.
’’Perbaikan tanggul di Sumberagung sudah mulai kami kerjakan. Kalau tanggul jebol, dampaknya bisa meluas,’’ katanya.
Pekan depan, giliran Sungai Catakbanteng di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, akan dibersihkan dari sumbatan. Titik tersebut selama ini kerap menjadi langganan luapan air saat debit meningkat.
Dinas PUPR Jombang juga menyiagakan petugas pengendali banjir, termasuk operator pintu air. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari langkah antisipasi menghadapi puncak musim hujan.▪︎ (FEND)
