Dinas PUPR Jombang Tuntaskan Normalisasi Saluran Irigasi 55 Titik
▪︎ Dukung Ketahanan Pangan dan Cegah Banjir

▪︎ JOMBANG – POSMONEWS.com,-
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melalui Bidang Bidang Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Jombang, terus memperkuat infrastruktur sumber daya air guna mendukung ketahanan pangan dan menekan potensi banjir.
Selama setahun terakhir, Bidang SDA PUPR Jombang telah menuntaskan normalisasi saluran irigasi sepanjang 82.354 meter yang tersebar di 55 titik.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Jombang, Bustomi, menjelaskan normalisasi dilakukan menggunakan alat berat dengan pengerukan sedimentasi, pembersihan gulma, serta perapian penampang saluran.
Upaya ini bertujuan meningkatkan kapasitas aliran air sekaligus meminimalkan risiko banjir saat musim hujan.
“Normalisasi ini tidak hanya untuk pengendalian banjir, tetapi juga memastikan distribusi air irigasi ke lahan pertanian berjalan lancar,” ujarnya.
Selain normalisasi saluran, Bidang SDA juga menyelesaikan rehabilitasi empat unit bendung. Perbaikan difokuskan pada optimalisasi fungsi bangunan pengambilan air agar pengaturan debit dan pembagian air ke jaringan irigasi dapat berjalan lebih stabil, khususnya saat musim tanam.
Tak hanya itu, rehabilitasi jaringan irigasi juga direalisasikan sepanjang 1.950 meter pada 16 saluran. Pekerjaan meliputi perbaikan retakan, penanganan kebocoran, hingga penguatan tebing saluran guna menekan kehilangan air dan meningkatkan efisiensi distribusi ke lahan pertanian.
“Perbaikan ini penting agar air irigasi dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh petani,” tambahnya.
Sebagai bagian dari upaya menjaga kinerja jaringan irigasi, kegiatan Operasi dan Pemeliharaan (OP) juga dilaksanakan sepanjang 6.450 meter. Kegiatan ini meliputi pembersihan rutin saluran, pengangkatan sedimentasi ringan, serta perbaikan minor pada bangunan pelengkap.
Bustomi menegaskan seluruh program tersebut diarahkan untuk menjaga keberlanjutan fungsi infrastruktur sumber daya air, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan perlindungan wilayah dari ancaman banjir.
“Kami berupaya memastikan infrastruktur SDA tetap optimal agar manfaatnya bisa langsung dirasakan petani dan masyarakat,” tutup Bustomi. ▪︎ (FEND)
