Laut Teluk Bima Tercemar Tumpahan Minyak Pertamina
▪︎BIMA-POSMONEWS.COM,-
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menduga pencemaran laut Teluk Bima diduga akibat ganggang bukan tumpahan minyak dari Pertamina biarpun dekat dengan Pertamina.
Dugaan itu berdasarkan hasil observasi dilakukan DLH Kabupaten Bima melalui Tim Bidang Perhutan Rakyat, Pencemaran dan Pengendalian Lingkungan Hidup diseputaran laut Desa Panda, dan Lawata Rabu (27/4/2022).
Padahal lusa sudah libur nasional menjelang Idul Fitri 1443 H dan akan banyak yang menikmati wisata pantai di sekitar pantai tersebut.
Kabag Prokopim Setda Kabupaten Bima, Suryadin melalui press releasenya menyampaikan, sesuai hasil pantauan lapangan oleh Tim DLH Kabupaten Bima bahwa gumpalan yang terjadi ini bukan tumpahan minyak melainkan ganggang dan lumut yang naik.
Dugaan sementara berasal dari lumut atau ganggang laut. Namun untuk memastikan apa sebenarnya yang terjadi dan apa penyebab berkaitan dengan fenomena tersebut, pihak DLH telah mengambil sampel air laut dan gumpalan tersebut untuk dianalisa lebih lanjut di laboratorium.
Namun untuk kesimpulan apa penyebab pasti dari fenomena tersebut baru bisa diketahui secara pasti setelah ada hasil dari laboratorium.
Dari pengamatan sementara oleh Tim DLH fenomena yang sekarang terjadi di Teluk Bima lebih menjurus ke “Sea Snot” Suatu lendir laut atau ingus laut, adalah sekumpulan organisme mirip mukus yang ditemukan di laut dan naik kepermukaan.
Sifatnya yang mirip gelatin dan krim umumnya tak berbahaya, namun dapat mengandung virus dan bakteria, termasuk E coli yang bisa menyebabkan ikan mati. Lendir laut sering muncul di Laut Tengah dan baru-baru ini menyebar ke Laut Marmara Turki.
Salah satu penyebabnya karena pemanasan global, juga banyaknya buangan limbah tanpa pengolahan terlebih dahulu yang terakumulasi selama ini menuju Teluk Bima serta akibat naiknya temperatur air laut.
Kerusakan tersebut berdampak jangka panjang pada biota laut seperti ikan yang mati dan kesehatan manusia. Oleh karena itu semua pihak diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pemulihan lingkungan Teluk Bima.**(ahm)
