Berita

Jasa Penukaran Uang Pecahan Kecil Baru di Lamongan Masih Sepi

▪︎LAMONGAN–POSMONEWS. COM,-
Bulan Ramadan telah memasuki sepuluh hari kedua, seperti biasanya di pinggir-pinggir jalan raya kawasan kota Lamongan seperti di tiga ruas jalan yang paling ramai yakni
Jalan Raya Basuki Rahmat, KH Hasyim Asyari dan Jalan Sunan Drajat ini mulai menjamur jasa penukaran uang pecahan kecil baru.

Namun dari pantauan posmonews.com. Jasa Penukaran Uang pecahan yang mangkal di Jalan Raya Basuki Rahmad yang biasanya paling banyak hingga mencapai puluhan orang, namun Kamis sore (14/4/2022) terlihat masih sepi. Jumlahnya pun tidak sampai 10 orang.

Padahal kawasan ini dianggap paling strategis dan ramai warga yang berlalu lalang, apalagi banyak sentra bisnis. pertokoan dan bank sehingga memungkinkan warga untuk bertransaksi menukar uang baru untuk Hari Raya Idul Fitri nanti.

Saat media ini mengulik salah satu Jasa Penukaran Uang Baru yang mangkal di sebelah barat Bank BRI, sebut saja Bairi (30), warga Ngablak, mengatakan kondisi masih sepi peminat. Karena mungkin masih awal – tengah puasa sehingga orang masih belum berpikir untuk menukar uang baru.

Bairi menyediakan pecahan uang baru lengkap, dari terkecil Rp 2 ribu hingga terbesar Rp 50 ribu. Dari jumlahnya Uang Baru yang disediakan oleh Bairi, untuk saat ini tergolong paling besar dibanding yang lain.

“Masih tergolong sepi mas, karena masih menuju tengah puasa. Apalagi pegawai negeri atau karyawan swasta juga belum THR an sehingga omzet saya masih tergolong rendah,” katanya.

Pria yang mengaku asal Surabaya ini mengaku omzetnya masih berkisar 2-3 juta. Jumlah itu katanya, akan naik
saat gajian, dan mendekati lebaran. Juga tradisi warga Lamongan yang biasanya panen padi dan ikan sehingga banyak yang menukar uang pecahan baru.

“Paling banyak diminati pecahan 20 ribu mas. Bagi para petambak yang sudah panen itu datang rame-rame menukar uangnya setelah dari pasar ikan,” lanjut Bairi.

Dari penelusuran posmonews.com dari beberapa Jasa Penukaran Uang itu mengaku untuk tahun ini sebenarnya agak sulit mendapatkan uang baru. Ia yang biasanya mendapatkan dari Surabaya, kini agak susah karena kabarnya ada pembatasan.

Sumber terpercaya yang didapat media ini mengatakan para jasa penukaran di kota Soto ini mayoritas mendapatkan uang baru tersebut dari Jakarta dan Bandung.
**(DANAR SP)

Related Articles

Back to top button