Berita

Disnakertrans Berangkatkan Dua KK Calon Transmigrasi ke Aceh

MALANG-POSMONEWS.COM,-
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Malang, Drs. Yoyok Wardoyo, MM. memberangkatkan sebanyak 2 kepala keluarga calon 11 jiwa transmigrasi ke Simalue Kepulauan Banda Aceh, pada 13 Desember 2021 pagi tadi.

Sebelum diberangkatkan, mereka diberikan pelatihan bertani padi, tanaman kebun hingga beternak, mengolah makanan Keripik.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Yoyok Wardoyo MM mengatakan, animo warga Kabupaten Malang bertransmigrasi tinggi.

Dapat 2 hektar lahan pertanian, 2 KK warga Magir a/n Riyanto dengan 6 jiwa Kepanjen dan warga Ngijo a/n Ali dengan 5 jiwa Karangploso jadi transmigran ke Simalue Banda Aceh. Sementara pada tahun 2020 sempat terhenti karena pandemi Covid-19 dan Recofusing.

“Sampai saat ini, yang sudah mendaftar sudah 10 KK dari seluruh Kabupaten Malang. Tahun 2020 kemarin karena ada Covid-19 tidak ada pemberangkatan. Tahun 2021 ini dengan animo yang cukup tinggi kita hanya mendapat jatah 2 KK, yang terpilih Riyanto dan Ali dari beberapa peminat transmigrasi,” kata kepala dinas.

Yoyok mengatakan, sebelum diberangkatkan pada pagi tadi 13 Desember 2021 para calon transmigran KK menjalani berbagai pelatihan di dinas sebagaimana keahlian.

Pelatihan tersebut antara lain bertani padi atau tanaman kebun dan beternak.

Tak hanya itu, istri transmigran juga diberikan pula pelatihan pengolahan makanan seperti pembuatan burger atau keripik dan lainnya.

Hal itu bertujuan untuk memberi keahlian tambahan guna menambah penghasilan keluarga selama di daerah transmigrasi secara mandiri.

Selain itu, para transmigran nantinya akan mendapat berbagai kemudahan seperti penyediaan lahan, tempat tinggal, stimulan sembako sampai usaha pertanian biaya hidup di sana selama 1 tahun di jamin. Termasuk penempatan sekolah anaknya dari para transmigran.

“Begitu di daerah transmigrasi, kita juga tetap melakukan komunikasi. Bila ada hambatan, kami akan berusaha memfasilitasi mencarikan jalan tengah. Begitu pula komunikasi Pak Bupati dengan transmigran, tetap dilakukan melalui virtual,” imbuhnya.

Direktur Fasilitasi Penataan Persebaran Penduduk di Kawasan Transmigrasi (FP3KT) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Anto Pribadi mengatakan, pengurangan jumlah KK yang bertransmigrasi merupakan imbas dari refocusing anggaran untuk penanggulangan Covid-19.

Pada tahun ini, ada kuota 57 KK yang dibagi untuk Provinsi Jabar, Jatim, DI Yogyakarta, dan Jateng.**(ahmad/kur)

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button