Berita Utama

Peringatan Hari Guru Nasional: Bangkit Guruku, Maju Negeriku Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh

MALANG-POSMONEWS,-
Peringatan Persatuan Guru Rebuplil Indonesia (PGRI) ke-76, dan Hari Guru Nasional dan Hari Aksara Internasional 2021, mengambil topik “Bangkit Guruku, Maju Negeriku Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh” di hadiri Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, SH. MH. mantan Kepala Dinas Pendidikan, Suwandi, pengurus PGRI Kabupaten Malang di Gedung PGRI Kepanjen, Malang, Jawa Timur, Kamis (25/11/21).

Melansir dari laman web Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemendikbud, peran guru dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia sungguh besar dan sangat menentukan.

Peran tersebut terus dilakoni dari masa ke masa. Dari era Sabak, kapur tulis, spidol, hingga pembelajaran daring (ITE) handphone, guru Indonesia terus mengupayakan pembelajaran yang bermakna untuk peserta didik.

Sebagai penghormatan kepada guru, pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan tanggal 25 November selain sebagai HUT PGRI juga sebagai Hari Guru Nasional.

Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menegaskan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Di masa pandemi, guru-guru Indonesia tetap giat dan aktif mencari solusi terbaik demi berlangsungnya pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

Ada yang sudah melakukan pembelajaran daring. Ada guru yang membuat anak-anak menjadi kelompok kecil dan didatangi secara bergiliran. Ada yang masuk ke sekolah dengan menggunakan jadwal bergilir dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Ada yang mendatangi rumah siswa dan berdiskusi dengan orang tua siswa untuk membantu proses belajar mengajar di rumah. Ada yang mencari sinyal supaya bisa mengikuti pelajaran dan sebagainya.

Sejarah Hari Guru 25 November
Hari Guru Nasional (HGN) kembali diperingati pada 25 November 2021 dan masih suasana Pandemi Covid-19 seperti tahun lalu. Penetapan HGN sendiri berkaitan dengan riwayat berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Melansir laman PGRI, organisasi PGRI berawal dari Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) yang telah berdiri sejak 1912.

Organisasi perjuangan guru-guru pribumi pada zaman Belanda berdiri pada tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB). Sejalan dengan itu, di samping PGHB berkembang pula organisasi guru baru.

Pada tahun 1932, dengan penuh kesadaran, 32 organisasi guru yang berbeda-beda latar belakang, paham dan golongan sepakat bersatu mengubah nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI).

Saat zaman kependudukan Jepang, PGI dilarang melakukan berbagai aktivitas karena segala jenis organisasi dilarang di waktu itu.

Setelah Indonesia merdeka pada 1945, Kongres Guru Indonesia pada 24-25 November 1945 di Surakarta.

Dalam kongres tersebut, dibentuklah organisasi PGRI untuk mewadahi semua guru di Indonesia.

Puluhan tahun kemudian, pemerintah RI pun menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994. Keppres tersebut menetapkan berdirinya PGRI sekaligus sebagai Hari Guru Nasional.

Mendikbud Nadiem: Terima Kasih Ibu-Bapak Guru.

ITE juga menjadi perkembangnya dalam dunia pendidikan sebagai mana di ungkapkan oleh Dwi Sucipto di Audensi dengan Bupati di ruang tamu Peringgitan. Yang di hadiri pengurus PGRI dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Dr. Rahmad Harjono. dimana dalam masa Pandemi Covid-19 menjadi alat belajar mengajar.

Perkembangan ITE begitu dahsyat. gadget yang dulu disikapi negatif, sekarang menjadi keharusan. para pendidik saat ini tidak lagi boleh skeptis dan allergis terhadap hal itu. menjadi mutlak perlu bersikap adaptif, kreatif, inovatif dan kritis. Dan bertekad mewujudkan Malang Makmur ungkap Dwi Sucipto Ketua PGRI Kabupaten Malang.

Saat audensi Bupati Malang meminta pada PGRI juga Kepala Dinas Pendidikan agar tidak ada lagi anak putus sekolah, karena saya juga pernah menjadi guru. Ungkap Bupati.

Politisi PDI Perjuangan juga jika HUT PGRI besok boleh mengadakan kegiatan asal dengan protokol kesehatan yang ketat, tegas Sanusi.

Untuk Orangtua SD Dampingi anak Belajar dari Rumah dengan Alat Elektronik handphone selama Pandemi Covid-19 juga mendapat perhatian serius pada hari Guru sekarang ini.

Krisis guru di kabupaten Malang Pemerintah Daerah diminta Ajukan Formasi Rekrutmen Guru Honorer PPPK Masih Sedikit, Pemda Diminta Ajukan Formasi Rekrutmen Guru Honorer PPPK. Guru Honorer Harus Hasilkan SDM Unggul, Guru Honorer Harus Hasilkan SDM Unggul, juga gaji yang layak.**(ade/pri)

Related Articles

Back to top button