Jantung Ka’bah

236 dibaca

Oleh : KH. Muhammad Dhiyauddin Khuswandhi

 

Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Sidoarjo.
Seorang santri ketika sedang umroh kirim WA, katanya andai kata tak ada tanggung jawab ,rasanya ia tak ingin pulang ke tanah air

Lalu ia minta nasehat bagaimana agar ia dimanapun berada sll merasa hadir dihadaban KA’BAH.

O putraku…
Ketahuilah kiblat itu ada 2 yaitu kiblat dhohir yg majazi dan kiblat bathin yg hakiki

Kiblat dhohir adalah ka’bah yg ada di makkah
Adapaun kiblat bathin adalah Allah robb hadzal bait yg sll ada dimana2.

Meski seseorang hadir di hadapan Ka’bah,tapi hatinya tdk hadir di hadapan Allah,maka kedudukannya sama dg orang di rumah saja dan hatinya tdk hadir.

Sebaliknya meski seseorang itu dirumah saja tapi hatinya hadir di hadapan Allah,maka kedudukannya sama dg orang yg hadir dihadapan ka’bah yg hatinya hadir di hadapan Allah.

O putraku
Ini rahasia jagad….ttg kiblat hakiki.
Kiblat hakiki inilah yg di simbolkan dg SUWUNG sbg pusat dari Ka’bah yg meliputi seluruh alam.

Ketika seseorang hendak pulang ke tanah air secara dhohir ia meninggalkan ka’bah,akan tetapi sesungguhnya secara bathin ia jutru memasuki JANTUNG dari ka’bah.

Dialah yg kemana saja setiap wajah menghadap maka ia hanya menghadap wajah ALLAH (albaqoroh 115)