Dampak Banjir dan Longsor Guncang Malang, Kondisi Kini
▪︎MALANG-POSMONEWS.COM,-
Tragedi banjir bandang dan longsor yang mengguncang di beberada wilayah Malang, pada Minggu (16/10/2022) lalu, masih menyisakan trauma bagi masyarakat setempat.
Seperti banjir bandang di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Terdapat pula sejumlah titik lokasi terendam banjir akibat hujan lebat dengan intensitas tinggi yang menerjang sejumlah wilayah di Malang.
▪︎Lokasi Banjir Bandang
Banjir bandang terjadi di Malang, diketahui sejak hari Minggu (16/11/2022) lalu, hingga kini masih tampak imbasnya. Berikut ini sejumlah wilayah yang terendam banjir di Malang, Jawa Timur:
1. Banjir bandang di Sitiarjo Malang Selatan.
2. Banjir bandang di Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, terjadi akibat luapan Sungai Panguluran. Ada 4 dusun terendam banjir bandang; Dusun Krajan Tengah, Dusun Krajan Barat, Dusun Krajan Timur, dan Dusun Rowotrate, dengan ketinggian mencapai 2 meter.
3. Banjir bandang di Sumbermanjing Kulon dan Pujiharjo.
4. Banjir bandang melanda Sumbermanjing Kulon dan Pujiharjo di Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Banjir dengan membawa material lumpur dan kayu menerjang wilayah desa pagi tadi.
▪︎Dampak Banjir Bandang
Akibat terjadinya banjir bandang di beberapa wilayah Kabupaten Malang, sekitar 1.483 korban terdampak banjir bandang.
Banjir bandang melanda Desa Sitiharjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, berdampak pada ribuan korban.
Kepala PMI Sumbermanjing Wetan, Yusak Krismanto, mengatakan bahwa 1.483 jiwa diperkirakan terdampak banjir bandang. Dari jumlah itu tidak satu pun mengungsi kecuali warga yang tinggal di Dusun Rowo Terate yang jumlahnya mencapai 265 KK.
Menurut Yusak, jumlah 1.483 korban terdampak banjir bandang ini mengacu pada jumlah warga saat banjir bandang terjadi pada Sabtu (15/10/2022) lalu. Yusak juga memastikan tak satu pun warga mengungsi akibat banjir yang menerjang pemukiman mereka.
▪︎Catatab BPBD Malang
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, mencatat setidaknya ada delapan kecamatan di wilayah setempat terdampak banjir dan tanah longsor yang diakibatkan hujan dengan intensitas tinggi pada Senin (17/10) lalu.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sadono Irawan di Kabupaten Malang, mengatakan bahwa pada Senin (17/10) ada tiga kejadian bencana yang disebabkan hujan deras tersebut, yakni banjir bandang, banjir luapan dan tanah longsor.
Sadono menjelaskan delapan kecamatan yang terdampak bencana tersebut adalah Kecamatan Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit, Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Bantur, Pagak, dan Kecamatan Donomulyo.
Sementara itu kejadian tanah longsor terjadi di Kecamatan Ampelgading, Dampit, Donomulyo, Sumbermanjing Wetan, dan Kecamatan Tirtoyudo. Tanah longsor itu berdampak ke setidaknya 15 desa di wilayah tersebut.
“Untuk banjir luapan terjadi di Kecamatan Bantur, Gedangan, Sumbermanjing Wetan, Donomulyo dan Kecamatan Pagak. Kurang lebih ada delapan desa terdampak,” ujarnya.
Sedangkan bencana banjir bandang, lanjutnya, terjadi di wilayah Kecamatan Tirtoyudo dan Kecamatan Ampelgading. Banjir bandang tersebut berdampak pada lebih dari 990 kepala keluarga.
“Untuk banjir bandang di Desa Pujiharjo ada 267 kepala keluarga dan di Desa Lebakharjo yang terdampak 723 kepala keluarga,” katanya.
BPBD Kabupaten Malang telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut, memasuki musim hujan yang berpotensi menyebabkan terjadinya bencana sejak 1 Oktober 2022.
Dasar penetapan status siaga darurat tersebut adalah surat edaran yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait adanya potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Malang.
Selain itu, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan data tentang potensi curah hujan di wilayah Kabupaten Malang, serta adanya kejadian bencana alam pada September 2022.▪︎[AHM)




