Penyerahan Bantuan Sosial ATENSI untuk PPKS Malang

▪︎ MALANG – POSMONEWS.com,-
Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, menyerahkan Bantuan Sosial Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dari Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta kepada Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Kabupaten Malang. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (18/5) pagi.
Bantuan ATENSI merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat, khususnya bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia) yang membutuhkan dukungan guna meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian mereka.
Dalam kegiatan tersebut, disalurkan bantuan sosial dari Kementerian Sosial RI melalui Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta dengan total nilai bantuan mencapai Rp307.862.054,-. Bantuan tersebut terdiri dari Kluster Anak sebesar Rp60.225.607,-, Kluster Disabilitas Pemenuhan Hidup Layak sebesar Rp19.310.346,-, Kluster Disabilitas Kewirausahaan sebesar Rp133.142.230,-, Kluster Disabilitas Alat Bantu sebesar Rp56.183.871,-, serta Kluster Lanjut Usia untuk Operasi Katarak sebesar Rp39.000.000,-.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Malang menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial tersebut bukan sekadar penyerahan bantuan, melainkan wujud nyata hadirnya negara di tengah masyarakat. Menurutnya, program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang bagaimana memuliakan harkat dan martabat sesama manusia.
“Bantuan yang disalurkan hari ini, baik berupa alat bantu disabilitas, dukungan nutrisi, maupun bantuan modal usaha, tentunya memiliki makna yang sangat besar. Bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas, alat bantu bukan hanya sarana penunjang aktivitas, tetapi juga jembatan untuk meningkatkan kemandirian dan kepercayaan diri,” ujar Wabup Malang.
Beliau menambahkan, bantuan nutrisi merupakan bentuk perhatian terhadap kualitas hidup masyarakat, sedangkan bantuan modal usaha diharapkan mampu menjadi penguat semangat bagi penerima manfaat untuk bangkit, berdaya, dan mandiri secara ekonomi.
Lebih lanjut, Wabup Malang menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Malang meyakini kesejahteraan sosial harus dibangun melalui kolaborasi dan semangat gotong royong. Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas sosial, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menghadirkan pelayanan sosial yang inklusif dan berkeadilan.
“Saya berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, dijaga, dan digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat beserta keluarganya. Kepada para pendamping sosial dan seluruh pihak terkait, saya berpesan agar terus memberikan pendampingan dan motivasi sehingga program ini benar-benar memberikan dampak nyata dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial dan memastikan tidak ada warga yang merasa sendiri dalam menghadapi keterbatasan hidupnya.
“Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk saling menguatkan dan memanusiakan sesama. Karena sejatinya, masyarakat yang kuat bukan hanya masyarakat yang maju secara ekonomi, tetapi juga masyarakat yang memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” tuturnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kementerian Sosial RI, Kepala Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta beserta jajaran, para pendamping sosial, relawan, serta para Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Kabupaten Malang.▪︎(AHM/Dhe)
