Menteri PU: Jembatan Bokwedi Bisa Dilewati Saat Nataru 2027
▪︎ Menteri Dody Pastikan Proyek Bakal Rampung Lebih Cepat

▪︎ JATIM – POSMONEWS.com,-
Proyek peninggian Jembatan Bokwedi, Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Jawa Timur, ditinjau langsung Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, kemarin.
Kunjungan lapangan ini dilakukan guna memastikan pembangunan infrastruktur di jalur Pantai Utara (Pantura) tersebut berjalan optimal. Proyek peninggian jembatan di jalur nasional tersebut dipastikan bakal dikebut.
Menteri PU, Dody, menargetkan seluruh pekerjaan rampung pada September hingga Oktober 2026, lebih cepat dari estimasi awal di akhir tahun. Percepatan ini dilakukan agar jembatan bisa fungsional menjelang periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
“Tadi Kepala Balai Jalan menyampaikan September 2026 selesai, ya tambah satu bulan lah Oktober. Insyaallah Nataru 2027 sudah bisa dilewati dan fungsional,” ujar Menteri Dody, saat mengunjungi proyek.
Menteri Dody menjelaskan, percepatan ini menjadi prioritas. Sebab, kawasan Bokwedi selama ini dikenal sebagai titik langganan banjir sekaligus pusat kemacetan saat hujan deras mengguyur Kota Pasuruan. Masalah tersebut, disebut salah satunya bersumber dari kondisi Sungai Petung yang mengalami penyempitan dan pendangkalan.
Rekonstruksi total ini dilakukan dengan meninggikan desain struktur jembatan dari bangunan sebelumnya. Langkah teknis tersebut diambil sebagai solusi permanen untuk mengatasi masalah banjir tahunan yang sering melumpuhkan akses jalan raya di kawasan tersebut.
“Jembatannya harus kita tinggikan karena sungai sudah mulai menyempit dan mendangkal. Ini terjadi karena kawasan hulu kemungkinan sudah agak rusak, sehingga air tertahan saat hujan deras dan meluap ke jalan serta permukiman,” jelasnya.
Menteri PU menambahkan, penanganan tidak hanya berfokus pada jembatan utama. Pemerintah juga akan meninggikan jembatan rel kereta api (KA) persis di sebelahnya. Langkah terintegrasi ini diambil agar debit air Sungai Petung menuju hilir tidak lagi terhambat.
“Kalau titik jembatan tidak ditinggikan, termasuk jalur kereta api juga tidak ditinggikan, kami khawatir air semakin meluap ke kanan dan kiri jembatan. Peninggian tersebut penting agar aliran air lancar hingga hilir,” tambahnya.▪︎(FEND)




