Pemkot Malang Mendorong Peningkatan Tenaga Konstruksi

▪︎KOTA MALANG – POSMONEWS.com,-
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga konstruksi sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan kota yang aman, berkelas, dan berkelanjutan.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, dalam Pelatihan Tenaga Terampil Konstruksi dan Sertifikasi Kompetensi di kampus Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Selasa (28/10/2025).
Kegiatan ini merupakan kolaborasai antara DPUPRPKP Kota Malang bersama ITN Malang ini pun dilatarbelakangi masih banyak tenaga kerja di sektor konstruksi yang belum memiliki sertifikasi keahlian formal. Kondisi ini dapat memengaruhi mutu pekerjaan, keselamatan kerja, bahkan aspek legalitas pembangunan.
Oleh karena itu, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah konkret untuk meningkatkan kompetensi dan kesadaran tenaga konstruksi di Kota Malang.
“Tenaga terampil konstruksi adalah mitra strategis pemerintah. Bersama, kita wujudkan Kota Malang yang berdaya saing, nyaman, dan berkarakter,” ujar Dandung optimis.
Dandung menyampaikan bahwa sektor konstruksi bukan hanya membangun fisik, tetapi juga membangun peradaban.
“Tenaga konstruksi yang profesional, kompeten, dan berintegritas adalah kunci pembangunan berkualitas,” sambungnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat mendarmabaktikan keahliannya dan berkolaborasi demi pembangunan yang lebih baik.
“Tidak semua pekerjaan di DPUPRPKP berbasis kontraktor, tapi banyak juga kegiatan yang melibatkan kelompok swadaya masyarakat, misalnya dalam bidang cipta karya terkait dengan sanitasi. Maka kesempatan ini baik untuk meningkatkan kompetensi para pekerja di lapangan,” lanjutnya.
Pada pelatihan kali ini juga disoroti tentang pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), efisiensi penggunaan material ramah lingkungan, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital seperti Building Information Modeling (BIM).
Menurutnya, tenaga konstruksi yang mampu menguasai teknologi dan memahami aspek keberlanjutan akan menjadi aset penting bagi masa depan pembangunan Kota Malang.
Sementara itu, Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, menuturkan bahwa pekerjaan konstruksi menjadi salah satu tolok ukur pembangunan daerah. Karena itulah sumber daya manusia yang berkecimpung di dalamnya juga dituntut memiliki kapasitas dan kapabilitas yang mumpuni.
“Kami juga ingin berperan aktif dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme tenaga kerja konstruksi agar mampu memenuhi standar kompetensi nasional bahkan internasional,” terangnya.
Awan juga menyambut baik realisasi kerja sama antara ITN Malang dan Pemkot Malang terkait pelatihan ini. Dengan demikian, ITN bisa berkontribusi dalam mendukung pembangunan Kota Malang yang berdaya saing dan berkelanjutan.▪︎(AHM/Ari)
