Perbaikan Jalan di Wilayah Sidoarjo tidak Boleh Tambal Sulam
▪︎ Terutama Ruas Jalan Menjadi Jalur Kendaraan Bertonase Besar

▪︎ SIDOARJO – POSMONEWS.com,-
Perbaikan jalan berlubang benerapa titik di wilayah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, tidak boleh dilakukan dengan metode tambal sulam.
Hal itu dikemukakan Bupati Sidoarjo, H. Subandi, menegaskan bahwa perbaikan jalan rusak di sejumlah titik berlubang lagi dilakukan dengan metode tambal sulam.
Jalan yang menjadi jalur kendaraan bertonase besar, menurutnya, harus ditangani dengan metode Overlay agar lebih kuat dan tahan lama.
Penegasan tersebut disampaikan saat Bupati Sidoarjo meninjau kondisi jalan rusak di Jalan Setiabudi Krian, Jalan Kemangsen, dan Jalan Jabaran Balongbendo. Ketiga ruas jalan tersebut sebelumnya banyak dikeluhan masyarakat.
Menurut Bupati Subandi, karakter jalan yang dilalui kendaraan berat memerlukan peningkatan kualitas konstruksi. Pemkab Sidoarjo juga terbitkan program betonisasi pada Tahun 2026 sepanjang kurang lebih 500 meter di lokasi tertentu.
“Ini lintasan kendaraan berat dengan tonase tinggi. Maka kualitasnya harus ditingkatkan. Sambil menunggu betonisasi Tahun 2026, Penanganan sementara harus menggunakan Overlay. Tidak boleh hanya ditambal karena aspal akan cepat rusak jika dasarannya tidak diperkuat. Minggu ini harus segera dikerjakan agar minimal dua tahun ke depan kondisinya tetap baik,“ ujarnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menegaskan perbaikan jalan di sejumlah titik di wilayah setempat tidak boleh dilakukan dengan metode tambal sulam demi menghasilkan kualitas jalan yang baik dan tahan lama.
“Harus menggunakan metode pengaspalan ulang atau overlay pada perbaikan di beberapa titik jalan yang rusak, seperti di Kecamatan Krian, Sidoarjo ini,” kata Bupati Sidoarjo, Subandi, dalam keterangannya.
Dalam kunjungan di wilayah Kecamatan Krian tersebut, Bupati Subandi menjelaskan bahwa metode pengaspalan ulang dinilainya sangat baik untuk diterapkan pada ruas-ruas jalan di mana kendaraan dengan tonase besar kerap lewat, seperti di Jalan Setiabudi, Kecamatan Krian, serta Jalan Kemangsen dan Jalan Jabaran di Kecamatan Balongbendo.
Menurutnya, sembari menanti realisasi program betonisasi di jalan-jalan tersebut yang akan dilaksanakan pada tahun ini, Subandi menegaskan perbaikan jalan harus menggunakan metode sesuai demi meningkatkan keselamatan seluruh pengguna jalan.
“Tidak boleh hanya ditambal sulam karena aspal akan cepat rusak. Minggu ini harus segera dikerjakan agar minimal dua tahun ke depan kondisinya tetap baik dan meningkatkan keselamatan masyarakat,” kata Bupati Subandi.
Selain kerusakan jalan, warga di sekitar tiga jalan tersebut juga mengeluhkan banjir saat hujan yang mempercepat kerusakan infrastruktur.
Bupati Subandi menyatakan pihaknya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 59 miliar untuk program normalisasi sungai di berbagai penjuru Sidoarjo.
“Normalisasi sungai harus berjalan bersamaan dengan perbaikan jalan. Targetnya sebelum Lebaran pekerjaan sudah selesai,” pungkasnya.▪︎(FEND)

