Proyek Jalan Tol Prosiwangi Masuki Tahap Akhir Trans Jawa

50 dibaca

▪︎ 600 Hektare Lahan Warga di Situbondo Terdampak Pembebasan

▪︎ JATIM – POSMONEWS.COM,-
Proyek Jalan Tol Probolinggo – Banyuwangi (Probowangi) Segmen Gending-Paiton-Besuki sudah menunjukkan capaian progres cukup positif.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Wilan Oktavian, mengungkapkan Jalan Tol Probowangi Seksi 1 dan 2 dari Gending hingga Paiton sudah sempat difungsionalkan pada masa angkutan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026.

Namun setelah Nataru selesai, ruas tol tersebut kembali ditutup untuk memenuhi persyaratan operasional secara penuh.

“Jalan Tol Probowangi Segmen Gending-Paiton progresnya cukup positif ya, karena sudah kami fungsionalkan saat Nataru 2025-2026. Setelah Nataru, ruas tersebut kami tutup kembali untuk memenuhi persyaratan operasional secara penuh,” kata Wilan, kemarin.

Sementara itu, untuk Jalan Tol Probowangi Seksi 3 yakni Paiton – Besuki, pembangunannya masih berlanjut dan saat ini progresnya sudah mencapai 92,24%.

“Saat ini, progres pembangunan Tol Probowangi Segmen Paiton-Besuki telah mencapai 92,24%,” lanjut Wilan.

Dengan progres yang makin mendekati 100%, Wilan optimis Tol Probowangi ruas Paiton-Besuki dapat difungsionalkan pada masa arus Mudik dan Balik Lebaran 2026. Adapun fungsional tol ini nantinya mulai dari Gending hingga Besuki.

“Jalan Tol Probowangi Segmen Paiton-Besuki direncanakan dapat difungsionalkan pada periode arus mudik dan balik Lebaran 2026. Jadi dari Gending hingga Besuki,” jelasnya.

Saat ini, untuk ruas Paiton-Besuki, sedang dilakukan proses pra-Provisional Hand Over (pra-PHO) dan ditargetkan dapat dilakukan PHO sebelum Ramadan 2026, sehingga diharapkan siap difungsionalkan pada Lebaran 2026.

Proyek strategis nasional Jalan Tol Trans Jawa kini benar-benar memasuki babak akhir. Pembangunan Tol  Prosiwangi yang menjadi rute pamungkas Trans Jawa terus dikebut, sekaligus menandai upaya menyambungkan ujung barat hingga ujung timur Pulau Jawa.

Jalan Tol Prosiwangi merupakan kelanjutan terakhir dari jaringan tol Trans Jawa yang membentang dari Provinsi Banten. Saat ini, progres pembangunan telah memasuki kawasan Tampora, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo.

Ruas Jalan Tol Prosiwangi Banyuglugur – Ketapang Banyuwangi direncanakan memiliki panjang mencapai 110 kilometer. Jalur ini menjadi bagian terpanjang dan paling krusial dalam penyempurnaan jaringan Trans Jawa.

▪︎ 600 Hektare Lahan Terdampak

Untuk membangun ruas tol ratusan kilometer tersebut, kebutuhan lahan sangat besar. Total kebutuhan tanah untuk proyek tol Prosiwangi mencapai sekitar 1.072 hektare.

Dari jumlah tersebut, sekitar 600 hektare atau hampir 50 persen merupakan lahan milik warga. Sisanya berasal dari tanah Perhutani dan tanah kas desa yang tersebar di sepanjang trase tol.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Prosiwangi wilayah Situbondo, Ahmad Soda, menyebut lahan warga yang terdampak sebagian besar berupa pemukiman dan lahan pertanian.

“Yang paling luas adalah tanah sawah,” ujar Ahmad Soda.

Saat ini, proses negosiasi dan pembebasan lahan milik warga sudah mulai dilakukan secara bertahap, seiring dengan penetapan trase final tol yang akan melintasi Kabupaten Situbondo.

Progres Tol Probowangi (Probolinggo-Banyuwangi) Tahap 1 (Gending-Besuki) sudah sangat maju, dengan konstruksi mendekati 90% per akhir 2025/awal 2026, ditargetkan fungsional penuh saat Lebaran 2026, memangkas waktu tempuh hingga 2 jam, sementara Tahap 2 (Besuki-Banyuwangi) menyusul dengan progres pembebasan lahan dan konstruksi terus dikebut.

▪︎ Progres Terbaru (perawal 2026):

– Tahap 1 (Gending-Besuki, 49,68 km):
Konstruksi telah mencapai 86,43% hingga 87,43% (per Agustus-Oktober 2025).

▪︎ Pembebasan lahan sudah 100% tuntas.

Segmen Gending-Paiton sudah difungsionalkan saat Nataru 2025/2026 dan akan ditutup kembali untuk persiapan operasi penuh.

Segmen Paiton-Besuki (Paket 3) progresnya mencapai 92,24% (per Januari 2026) dan ditargetkan bisa fungsional saat Mudik Lebaran 2026.

▪︎ Secara Keseluruhan (Tahap 1):

Diharapkan beroperasi penuh pada tahun 2026, menghubungkan Probolinggo hingga Situbondo (Besuki).

▪︎ Target dan Manfaat:
Memangkas waktu tempuh Probolinggo-Banyuwangi dari 5 jam (jalan arteri) menjadi sekitar 2 jam.

▪︎ Konektivitas:
Menjadi ruas pamungkas Trans Jawa yang menghubungkan ujung barat dan timur Jawa.

▪︎ Ekonomi:
Mendorong mobilitas, pariwisata, dan ekonomi di wilayah Tapal Kuda Jawa Timur.

▪︎ Paket Pekerjaan:
Paket 1: Gending-Kraksaan.
Paket 2: Kraksaan-Paiton.
Paket 3: Paiton-Besuki.

Proyek pembangunan Jalan Tol Probowangi terus digenjot, dengan fokus utama penyelesaian Tahap 1 (Gending-Besuki) agar bisa segera beroperasi penuh. Dengan progres yang sudah sangat signifikan, fungsionalitas penuh diharapkan dapat dicapai pada 2026, memberikan kemudahan transportasi yang sangat dinantikan. ▪︎(FEND)