Berita Utama

Menjelang Proyek Jalan Tol Gilimanuk – Mengwi

▪︎Tim Kumpulkan Data Titik Strategis di Jembrana

▪︎BALI – POSMONEWS.com,-
Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR bersama Tim Pengembangan Kawasan Provinsi Bali melakukan survei dan pengumpulan data di sejumlah titik lokasi strategis di Kabupaten Jembrana, kemarin.

Survei ini dilakukan untuk memastikan kesiapan wilayah serta potensi yang ada sebelum dilakukan pembangunan proyek  Jalan Tol Gilimanuk – Mengwi.

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, berharap integrasi jalur tol dengan potensi lokal Jembrana, seperti Pelabuhan PPN Pengambengan, Pelabuhan Gilimanuk di ujung tol, kawasan rest area di Rambut Siwi, serta pengembangan kawasan Kerthi Bali Semesta (KBS) di atas lahan perkebunan seluas 1.200 hektare.

Dengan begitu, jalan tol Gilimanuk-Mengwi diyakini bakal menjadi infrastruktur yang mempercepat pembangunan dan pemerataan ekonomi khususnya di wilayah Bali Barat.

Dalam kesempatan itu, Bupati Kembang juga menyampaikan sejumlah usulan strategis. Di antaranya berharap agar pintu masuk tol (gate) dibangun di area sekitar Pura Rambut Siwi, yang dikenal sebagai salah satu pura penting tempat umat memohon restu sebelum melanjutkan perjalanan. Sebelumnya pintu gate Rambut Siwi tidak termasuk kedalam usulan pembangunan.

Di kawasan ini, lanjut Bupati Kembang, juga sudah berdiri anjungan cerdas Rambut Siwi yang sudah dibangun Kementerian PUPR sehingga nantinya dapat dimanfaatkan sebagai rest area.

“Kita ingin pembangunan tol ini benar-benar memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” tegas Bupati Jembrana.

“Jangan sampai kendaraan besar justru merusak jalan nasional di sisi timur karena distribusi lalu lintas yang tidak tertata,” ujar Bupati Kembang didampingi Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna, kemarin.

Sementara untuk seksi 1 yang menghubungkan Gilimanuk, Kembang ingin pintu gate Tol terkoneksi dengan terminal Cargo Gilimanuk.

Hal itu dimaksudkan untuk mengurangi kendaraan bermuatan besar menambah beban  jalan Denpasar  gilimanuk digantikan dengan kendaraan muatan yang lebih kecil.

“Beban Jalan Denpasar-Gilimanuk selama ini sudah terlalu berat sehingga jalan rentan rusak,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pengembangan Kawasan Provinsi Bali, Lala Rizki Larasati, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari langkah konkret pemerintah untuk memastikan kesiapan wilayah dan potensi yang ada.

Lela mengungkapkan bahwa sebelumnya proyek ini diinisiasi oleh pihak swasta, namun kini mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat, termasuk dalam aspek pendanaan dan pembebasan lahan.

“Setelah kami bertemu Gubernur Bali, beliau memberikan arahan agar pembangunan dimulai dari Seksi 3 karena diperkirakan paling cepat memberikan return,” katanya.

“Namun, Seksi 1 yang mencakup kawasan pelabuhan juga sangat penting karena berkaitan dengan proyek strategis nasional lainnya,” jelas Lala.

Lela menambahkan, pihaknya meninjau langsung berbagai potensi kawasan yang dapat diintegrasikan dengan trase tol, termasuk sektor pariwisata, kawasan industri, dan proyek theme park baru yang sedang dikembangkan.

Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR bersama Tim Pengembangan Kawasan Provinsi Bali melakukan survei dan pengumpulan data di sejumlah titik lokasi strategis di Kabupaten Jembrana.

Beberapa lokasi yang dikunjungi mencakup kawasan Pura Rambut Siwi, Anjungan Cerdas Rambut Siwi, dan calon titik Exit Tol Simpang Susun (SS) Negara. ▪︎(FEN)

Related Articles

Back to top button