Berita

Peninjauan Lokasi Terdampak Banjir Desa Sitiarjo, Malang

▪︎Bupati Bersama Kapolres Malang Serahkan Paket Bantuan

▪︎MALANG – POSMONEWS.com,-
Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M bersama Kapolres Malang, AKBP Danang Setiyo Pambudi Soekarno, S.I.K., meninjau langsung ke sejumlah lokasi terdampak bencana banjir di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kabupaten Malang, Minggu (21/9).

Abah Sanusi, sapaan akrab Bupati Malang secara simbolis juga menyerahkan bantuan kepada warga yang terdampak banjir. Dari hasil pendataan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang merilis sebanyak 830 kepala keluarga (KK) dan 2.228 jiwa tercatat sebagai terdampak banjir kemarin.

”Kemarin disini banjir. Rumah warga terdampak banjir dan lumpur sudah selesai dibersihkan. Di tempat ini memang muaranya sungai. Kalau di Desa Klepu hujan deras, pasti disini banjir, hampir tiap tahun mesti banjir. Pemerintah Kabupaten Malang juga serahkan bantuan bagi warga yang terdampak banjir kemarin,” jelas Abah Sanusi saat di Dusun Rowo Terate, Desa Sitiarjo.

Dari pantauan di lapangan, sejumlah paket bantuan yang disalurkan Pemerintah Kabupaten Malang meliputi mulai dari paket sembako, kompor, kasur lipat, family kids, makanan siap saji hingg baju ganti bagi warga.

Bantuan ini diserahkan lansung oleh Bupati Malang, dan secara bergantian dengan Kapolres Malang, Ketua TP PKK Kabupaten Malang dan Ketua Bhayangkari Polres Malang di Pendopo Kantor Desa Sitiarjo.

”Warga disini sudah persiapan dalam kewaspadaan terhadap potensi banjir. Seperti, bangunan lantai rumah hingga garasi mobilnya ditinggikan. Selain itu, mereka sudah teredukasi sebagai Desa Tanggap Bencana. Begitu dengar ada peringatan bakal terjadi banjir, mereka langsung bersiap untuk tanggap bencana, terbiasa hingga dapat menyelematkan diri,” yakin Bupati Malang.

Abah Sanusi menambahkan, Pemkab Malang akan terus melakukan mitigasi karena banjir Desa Sitiarjo tergolong sebagai bencana tahunan. Namun beliau bersyukur lantaran masyarakat setempat sudah terbiasa dengan keadaan alam sekitarnya. Termasuk terhadap Early Warning System (Sistem Peringatan Dini).

“Upaya pencegahan ya mitigasi kepada masyarakat karena masyarakat tidak mau direlokasi dan masyarakat sudah terbiasa dengan kondisi seperti ini,” pungkas Abah Sanusi.▪︎(AHM/Poy)

Related Articles

Back to top button