Berita Utama

Tol Malang – Kepanjen Dibangun Mulai 2028

▪︎JATIM – POSMONEWS.com,-
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menjanjikan pembangunan proyek infrastruktur itu akan dilakukan pada 2028. Begitu juga mega proyek Jalan Tol Malang – Kepanjen, bakal dimulai tahun 2028 mendatang.

Rencana pembangunan proyek tol yang akan tersambung dengan ruas Gempol Pandaan Malang itu sudah mencuat sejak 2021. Awalnya, jalan tol tersebut akan dilewatkan Cemorokandang, Kota Malang, kemudian exit di Kepanjen.

Setelah itu berganti lagi menjadi melewati Gadang dan exit di Pakisaji. Proyeksi anggaran pembangunan jalan layang tersebut turut meningkat dari Rp 9 triliun menjadi sekitar Rp 15 triliun.

Juru Bicara (Jubir) Kementerian PU, Aisyah Zakkiyah, menjelaskan saat ini sudah ada kepastian kapan rencana proyek tersebut akan dilakukan.

“Rencana konstruksi akan dimulai pada Desember 2028 mendatang,” katanya.

Dari dokumentasi trase yang diterima wartawan koran ini, jalan tol sepanjang 30 kilometer itu akan melanjutkan ruas yang sudah ada menuju ke arah Cemorokandang.

Kemudian berlanjut ke arah barat melintas wilayah Kecamatan Bumiayu dan Gadang di Kota Malang. Ruas selanjutnya memasuki wilayah Kecamatan Pakisaji, bersanding dengan Jalan Adimulyam di Desa Kendalpayak.

Setelah itu dilanjut kan ke selatan dan melewati Kecamatan Gondanglegi hingga Kecamatan Kepanjen. Trase akan berakhir di wilayah sekitar Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan.

Bersamaan dengan pembangunan trase utama, juga dilakukan pembangunan jalan arteri penghubung ruas tol dengan jalan umum.

Lokasinya di Pakisaji, bersanding dengan Jalan Simpang Pakisaji mengarah ke Jalan Nasional.
Ada juga jalan arteri yang bersanding dengan Jalan Sukonolo (Kepanjen) dan Putukrejo (Gondanglegi).

Mendekati Kepanjen juga dibangun jalan yang tersambung dengan tol di sekitar Jalan Trunojoyo, Kepanjen. Total investasi untuk pembangunan jalan tol itu men capai Rp 10,65 triliun.

“Komposisi pembiayaannya berasal dari APBN dan memakai skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Nilai kons truksinya Rp 7,95 triliun,” sebut Aisyah.

Perbandingan antara ekuitas (equity) dan utang (debt) adalah 30 berbanding 70.

“Komposisi kemitraan bisa berubahubah, dengan masa kerja sama 45 tahun,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang, Tomie Herawanto, mengaku belum menerima kabar tentang perkembangan terbaru rencana pembangu nan tol Malang-Kepanjen.

Baik tentang besaran ang garan, penetapan trase, maupun tanggal dimulainya pembangunan konstruksi. Hingga kemarin Pemkab Malang masih menunggu kabar lanjutan dari pemerintah pusat.

”Kami juga menunggu kabar apakah trase tetap seperti yang dulu atau ada peru bahan. Termasuk jumlah anggaran dan pola pembia yaannya,” terang Tomie.

Meski begitu, pihaknya tetap berharap proyek tersebut bisa dilaksanakan dalam waktu yang tidak terlalu jauh.

“Sebenarnya kami berharap tahun 2026 bisa mulai digarap,” ujar dia. ▪︎[FEND/AHM]

Related Articles

Back to top button