Berita Utama

Wamen PU Tinjau Pembangunan SR  Jawa Timur 2, Progres  Mencapai 18 %

▪︎ MADIUN – POSMONEWS.com,-
Wamen Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Diana Kusumastuti didampingi Wabup Madiun meninjau langsung pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Jawa Timur 2 di Kelurahan Nglames, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu (1/4/2026).

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana serta memenuhi standar kualitas infrastruktur yang telah ditetapkan pemerintah.

Dalam kunjungannya, Diana didampingi Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Madiun Boby Saktia Putra Lubis, serta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun Supriadi.

Diana mengungkapkan, progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Madiun saat ini telah mencapai 18 persen, dengan deviasi positif sekitar 2 persen dari target yang direncanakan.

“Saya melihat progres pembangunan untuk Sekolah Rakyat di Kabupaten Madiun sudah 18 persen, dengan deviasi positif 2 persen. Ini menunjukkan pekerjaan berjalan baik,” ujar Diana.

Meski demikian, ia meminta penyedia jasa tetap melakukan percepatan agar proyek dapat selesai tepat waktu. Pemerintah menargetkan pembangunan rampung pada Juni 2026 sehingga dapat digunakan untuk penerimaan siswa baru pada Juli mendatang.

“Saya harapkan bulan Juni sudah selesai, karena Juli sudah mulai masuk sekolah. Jadi kualitas harus tetap nomor satu, estetika juga diperhatikan, serta keberlanjutan lingkungan,” katanya.

Diana menegaskan, proyek tersebut harus memenuhi empat prinsip utama, yakni tepat waktu, tepat mutu, tepat administrasi, dan tepat manfaat.
Untuk mendukung percepatan, jumlah tenaga kerja akan ditingkatkan secara bertahap. Dari saat ini sekitar 300 pekerja, ditargetkan bertambah menjadi 500 orang pada April dan meningkat hingga 700–800 pekerja pada Mei 2026.

Ia juga meminta pemerintah daerah turut mendukung kebutuhan tenaga kerja serta memperhatikan aspek kearifan lokal, seperti penggunaan tanaman endemik di area proyek.

Sementara itu, Project Manager Sekolah Rakyat Jatim 2, Dwi Handoko, menjelaskan bahwa seluruh lahan proyek seluas sekitar 5,8 hektare kini telah siap digunakan setelah sebelumnya sempat terkendala proses pembebasan tanaman milik warga.

“Sekarang lahannya sudah clear dan seluruh area sudah bisa dikerjakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, secara kontrak proyek ini seharusnya selesai pada Agustus 2026. Namun, sesuai arahan pemerintah pusat, penyelesaian dipercepat menjadi Juni 2026 agar dapat digunakan pada tahun ajaran baru.

Dwi optimistis target tersebut dapat tercapai dengan strategi penambahan tenaga kerja serta pengamanan material konstruksi, termasuk pekerjaan arsitektur dan mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP).

“Untuk progres di Kabupaten Madiun saat ini 18 persen, dengan fokus pekerjaan pada struktur bangunan seperti gedung sekolah, asrama siswa, serta rusun guru,” jelasnya.

Sekolah Rakyat ini merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) yang digagas pemerintah pusat. Proyek yang dibangun di atas lahan eks bengkok di Kelurahan Nglames tersebut mengusung konsep sekolah berasrama (boarding school) untuk jenjang SD hingga SMA, khususnya bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi, menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh percepatan pembangunan, termasuk dalam penyediaan tenaga kerja.

Ia berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan dan akses pendidikan di Kabupaten Madiun.

“Program ini membawa manfaat besar bagi masyarakat. Sinergi dan kolaborasi akan terus kami tingkatkan,” ujar Purnomo Hadi.▪︎ (FEND)

Related Articles

Back to top button