Berita

Kunjungi UPT Pembibitan dan Pengelolaan Hasil Ternak

▪︎ Upaya Meningkatkan Produksi Keju Gouda

▪︎MALANG – POSMONEWS.com,-
Plt. Bupati Malang, Drs. Didik Gatot Subroto, SH.MH menggelar Kunjungan ke UPT Pembibitan Dan Pengolahan Hasil Ternak Malang (UPT Pembibitan Dan Pengolahan Hasil Ternak Malang, Dinas Peternakan Kabupaten Malang, berlokasikan di Desa Bambang, Kecamatan Wajak, Selasa (5/11/24).

Pak Didik, sapaan akrabnya, tampak melakukan peninjauan ke ruang produksi pembuatan keju Gouda dan keberadaan 38 ekor sapi yang dikelola di kandang milik UPT. Harapannya, UPT ini kelak semakin produktif dan jumlah produksinya semakin meningkat terutama dalam produksi keju murni jenis Gouda yang dibandrol Rp 180 ribu per kilogram.

”Kunjungan ini untuk melihat UPT secara dekat dalam produksi keju karena se Indonesia hanya milik kita dan itu sudah berproduksi cukup lama. Hanya saja jumlah produksinya naik turun dikarenakan keberadaan bahan bakunya dari sapi yang kita kelola di UPT ini diketahui makin hari makin menyusut jumlahnya. Tentunya hal ini harus di evaluasi, dievaluasi kesalahannya apa Langkah-langkah ke depan yang harus diselesaikan bagaimana? Maka supaya Dinas Peternakan ini tercatat menjadi dinas penghasil maka unit ini setiap tahunnya tidak boleh selalu merugi,” jelasnya saat diwawancarai awak media seusai peninjauan.

Didik punya harapan besar bahwa setelah kunjungan hari ini, jajaran UPT dan Dinas Peternakan bisa meningkatkan inovasinya, menggairahkan kerjanya, dan mencari jalan keluar.

Didik juga menegaskan bahwa dari hasil kunjungan tadi diketahui kapasitas kandang UPT sebenarnya layak, hanya isinya yang kosong, dan keberadaan sapinya tercatat tidak semuanya bisa diperah. Dari laporan, produksi susu perah dapat menghasilkan 8 sampai 10 liter per hari, per ekornya.

”Hal ini perlu dievaluasi juga apa penyebabnya? Apakah memang sapinya sudah tua? Atau lainnya? Saya berharap ada alternatif yang harus diselesaikan. Apakah perlu penambahan jumlah sapi yang ada di dalam? Atau dimungkinkan untuk dikerjasamakan. Agar unit pengelola dan produksi keju ini bisa dimaksimalkan karena produknya sudah bagus. Alternatif lainnya unit ini diubah menjadi BLUD supaya pengorganisasiannya mudah. Jika nantinya berganti BLUD, tentunya setelah mendapat pertunjuan dari DPRD Kabupaten Malang,” pungkas Didik.▪︎[AHM] #https://posmonews.com

Related Articles

Back to top button