Proges Proyek Pembangunan Masjid IKN Berbentuk Sorban

▪︎Menteri Basuki Tekankan Ruang Hijau, Parkir dan Sirkulasi Jemaah
▪︎PENAJAM – POSMONEWS.com,-
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, meninjau progres proyek pembangunan Masjid Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Pekerjaan Masjid Negara telah mencapai 18,7% sejak dilaksanakan ground breaking oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu (18/1/2024) lalu dan direncanakan selesai Desember 2024.
Dalam kunjungannya, Menteri Basuki menekankan pada sirkulasi/pergerakan jemaah, ketersediaan lahan parkir dan penghijauan kawasan Masjid Negara.
Menteri Basuki menugaskan kontraktor dan konsultan manajemen kontruksi untuk segera menyiapkan lahan parkir yang tidak jauh dari bangunan masjid.
Selain lahan parkir, Menteri Basuki juga meminta kepada Konsultan Manajemen Konstruksi memantapkan akses dan sirkulasi kendaraan bagi 60.000 jemaah agar lebih efisien, serta memperbanyak ruang hijau di kawasan masjid.
“Tolong kalau ada pohon yang besar dan bagus jangan ditebang, lebih baik dipindahkan. Kita perbanyak tanaman agar lebih hijau,” kata Menteri Basuki.
Pembangunan Masjid Negara di bawah tanggung jawab Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kalimantan Timur dengan kontraktor pelaksana PT. Adhi Karya – PT. Hutama Karya KSO dengan biaya APBN senilai Rp 940 miliar. Secara kontrak pelaksanaan pembangunannya sudah dimulai sejak November 2023 dan ditargetkan selesai pada Desember 2024.
Masjid Negara Ibu Kota Nusantara berdiri di atas lahan seluas 32.125 m2. Di lokasi tersebut juga terdapat area komersial seluas 2.221 m2 dan area penunjang seluas 7.340 m2. Bangunan masjid dibangun seluas 61.596 m2 dengan desain 3 Lower Ground, 1 Ground Floor, 2 Mezzanine. Selain itu juga terdapat bangunan komersial seluas 2.212 m2 (2 lantai), dan bangunan penunjang seluas 727 m2 (1 lantai).
Selain lansekap lenghijauan, kawasan Masjid Negara juga dilengkapi kolam retensi seluas 123.502 m2 yang dibangun Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV, Ditjen Sumber Daya Air.
Selain itu juga dilengkapi area plaza, tempat wudhu, ruang rapat, hall pertemuan, dan ruang tunggu VIP serta infrastruktur pendukung seperti jalan, jembatan serta utilitas kawasan.
▪︎Masjid Berbentuk Sorban
Selain membuat bilah-bilah sayap garuda, seniman Nyoman Nuarta juga membuat desain beberapa gedung yang ada di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).
Salah satu landmark yang akan segera dibangun di IKN yang berada di Kalimantan Timur adalah tempat ibadah, masjid.
Masjid ini berlokasi di Kabupaten Penajem Paser Utara, di wilayah permukiman selatan pada Kawasan Inti Pusat Pemerintahan atau KIPP.
Kawasan ini memiliki luasan lahan 3,21 ha, dengan luas masjid mencapai 32.354 m2. Di sela acara pengiriman perdana bilah-bilah sayap Garuda ke IKN, Nyoman Nuarta pun menunjukan video desain kemegahan masjid yang berada di wilayah IKN.
“Kubah masjid ini di desain tidak seperti pada umumnya, saya buat seperti sorban sehingga bentuknya ada lengkungan,” kata Nyoman Nuarta di NuArt Sculpture Park.
Di bagian masjid ini, kata Nyoman akan terdapat motif desain diamond dengan ketinggian kurang lebih satu meter. Tentunya proses pembuatan kubah berbentuk sorban ini tidaklah mudah.
“Untuk membuatnya tidak mudah apalagi ini melengkung. Butuh pengalaman hingga akhirnya bisa terbentuk sesuai desainnya,” ucapnya.
Dia mengatakan saat ini hanya mengerjakan basic desainnya saja. Sementara itu untuk pemenang pengerjaan masjid ini belum diketahui.
“Tidak tahu nanti pemenangnya siapa, apakah saya dipake atau enggak. Jika tidak juga nggak apa-apa, silahkan. Jadi saya hanya mengerjakan basic desain lalu dikembangkan oleh perusahaan pemenang tender,” ujar Seniman asal Bali ini.
Masjid berbentuk kubah sorban ini memilki desain yang berbeda dengan masjid pada umumnya. Selain itu di sekeliling masjidnya terdapat pohon-pohon tinggi dan tanaman hijau sehingga pengunjung yang datang juga bisa berswafoto di sana.
“Di area masjid ini terdapat danau dan kita masih mencari cara supaya danaunya jernih karena sekarang airnya masih coklat,” ucapnya.
Nyoman mengatakan di Istana Presiden ini terdapat 12 gedung yang ukurannya memang cukup besar. Keunikan lokasi di IKN ini adalah kontur tanah yang tidak rata dan bertebing sehingga bangunan hanya akan terlihat bagian atasnya saja. Padahal kata Nyoman, jika masuk ke bagian bawah akan tampak luas.
“Itu artinya perlu mensiasati lahan kontur seperti itu tidak mudah, jika bentuknya tebing pun jangan sampai salah untuk mengebor,” tuturnya.▪︎[FEND]
