Berita Utama

Menteri Basuki Meyakini Banyuwangi Semakin Maju

▪︎Pembangunan Tol Probowangi dan JLS Dikebut

▪︎BANYUWANGI – POSMONEWS.com,-
Menghadiri Banyuwangi Ethno Carnival, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengungkapkan peran infrastruktur untuk pengembangan pariwisata di wilayah Bimi Blambangan tersebut.

Menteri Basuki menyatakan,  keyakinannya bahwa Kabupaten Banyuwangi akan mengalami kemajuan pesat dengan hadirnya dua infrastruktur penting.

Infrastruktur itu berupa mega proyek Jalan Tol Probolinggo – Banyuwangi (Probowangi) dan Jalur Lintas Selatan (JLS) yang menghubungkan Banyuwangi – Jember serta kawasan pantai selatan dari Pacitan sampai Banyuwangi.

Ditegaskan Menteri Basuki, bahwa target penyelesaian pembangunan tol yang diharapkan akan mencapai Banyuwangi pada 2025.
Pembangunan Jalan Tol Probowangi terdiri atas dua tahap.

Tahap pertama sepanjang 49,68 kilometer memiliki seksi 1-3, yaitu seksi Gending – Kraksaan, Kraksaan – Paiton, dan Paiton Besuki. Pembangunan seksi Paiton – Besuki saat ini masih berlangsung dan ditarget rampung akhir tahun 2024.

Sedangkan tahap dua memiliki panjang 126,72 km yang terdiri atas seksi lanjutan 4-7. Yakni seksi Besuki – Situbondo, seksi Situbondo – Asembagus, Asembagus – Bajulmati, dan terakhir Bajulmati – Ketapang yang berada di kawasan Banyuwangi. Jalur tol tersebut juga memiliki view indah Selat Bali.

Dengan dirampungkan pembangunan Jalan Tol Probowangi, Menteri Basuki meyakini bahwa Banyuwangi akan mendapat dampak positif dalam proyek tersebut.

“Banyuwangi ke depan pasti lompatannya jauh lebih baik. Apalagi kalau Tol Probowangi selesai,” tambahnya, Minggu (14/07/24) lalu.

Menteri Basuki menandaskan, apabila pembangunan Jalan Tol Gilimanuk – Mengwi yang menghubungkan Jembrana hingga Badung di Pulau Bali juga rampung, sangat memperkuat relasi akses Banyuwangi dan Pulau Bali.

Bukan tidak mungkin para wisatawan dari berbagai daerah di Jawa yang hendak pergi ke Bali akan memilih jalur darat ketimbang udara.

“Dan pasti Banyuwangi akan dapat dampak positifnya,” tegas Menteri PUPR tersebut.

Selain Jalan Tol Probowangi, kemajuan Banyuwangi juga ditunjang dengan pembangunan lanjutan JLS atau yang juga disebut sebagai jalur pantai selatan (Pansela).

Jalur Pansela yang menyambungkan Jember dan Banyuwangi rencananya juga akan segera dibangun melalui dukungan Islamic Development Bank yang dikoordinasikan Pemerintah Pusat.

Jalur Pansela Jember-Banyuwangi kini mencapai total sekitar 99,18 kilometer. Dari jumlah tersebut, sisa jalur yang belum terbangun sepanjang 14,1 km.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga telah menggelar rapat bersama kementerian terkait untuk membahas rencana pembangunan tersebut, terutama untuk penyiapan lahan.

Rencananya, ada beberapa paket pembangunan jalur Pansela untuk sisa yang belum terbangun. Pertama, paket pembangunan ruas Kedunglembu-Malangsari 5,1 km. Kedua, ruas jalan Malangsari – Perbatasan Kabupaten Jember sepanjang 7,7 km. Ketiga, ruas jalan Senenrejo – Perbatasan Kabupaten Banyuwangi sepanjang 1,3 km.

Sementara itu Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, mengungkapkan dukungan infrastruktur tersebut bakal menjadikan akses ke Banyuwangi semakin lengkap, mulai dari jalur kereta api, bandara, hingga jalan yang diperkuat dengan tol dan JLS.

“Kemudahan mobilitas barang dan orang dari atau ke Banyuwangi akan menggerakkan perekonomian lokal. Semoga semua dilancarkan dan membawa berkah,” pungkas Bupati Ipuk.▪︎[FEND]

Related Articles

Back to top button