Sejarah Singkat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan

548 dibaca

▪︎MALANG – POSMONEWS.com,-

Pelayanan kesehatan di Kabupaten Malang terus ditingkatkan. Utamanya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan ditetapkan sebagai salah satu rumah sakit Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi (KJSU).

Untuk penambahan infrastruktur, fasilitas, dan perlengkapan rumah sakit tambahan tersebut diplot anggaran sekitar Rp 600 miliar.

Beberapa tambahan fasilitas yang akan dibangun di antaranya Intensive Cardiac Care Unit (ICCU), cathlab, ruangan operasi bedah jantung hingga ruangan rawat inap pasien bedah jantung.

RSUD Kanjuruhan Malang kini telah memiliki instalasi dialisis untuk layanan penanganan empat jenis penyakit katastropik atau penyakit berat/parah dengan kondisi akut, seperti gangguan jantung, stroke, ginjal serta kanker.

Fasilitas penunjang itu resmi dioperasionalkan setelah mendapat izin dari Kementerian Kesehatan untuk diterapkan di RSUD Kanjuruhan, Malang.

Adapun perkembangan sejarah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan, Kabupaten Malang dari tahun ke tahun adalah sebagai berikut :

▪︎Tahun 1958 – 1966
Diawali menjadi Balai Kesehatan yang dipimpin dr. Han Wi Sing, jumlah karyawan menjadi 40 orang dan jumlah tempat tidur 41 unit.

▪︎Tahun 1966 – 1971
Menjadi Puskesmas (basic 7 (seven) dengan perawatan) diresmikan Bupati Tingkat II Malang pada tanggal 10 April 1967 dengan pimpinan dr. Hartono Wijaya.
Jumlah karyawan 45 orang (termasuk 2 dokter, 6 perawat dan 38 non medis), jumlah tempat tidur 41 buah dan menjadi satu Kementrian Kesehatan dan semua pegawai PNS.

▪︎Tahun 1971 – 1978
Menjadi Puskesmas Pembina (Basic 12 (Twelve)). Sejak tahun 1975 dipimpin dr. Ibnu Fadjar. Jumlah karyawan menjadi 69 orang (termasuk 1 dokter, 1 dokter gigi, 2 bidan, 5 perawat dan PLKB), jumlah tempat tidur 46 buah.

▪︎Tahun 1978 – 1983
Menjadi Puskesmas dengan Perawatan, pengusulan studi kelayanan ke Bupati menjadi rumah sakit kelas D. Dipimpin dr. Tuti Hariyanto dengan jumlah TT : 51 unit dengan jumlah karyawan sebanyak 75 orang.

▪︎Tahun 1983 – 1984
Transisi dari Puskesmas Perawatan ke Rumah Sakit kelas D. Dipimpin dr. Tuti Hariyanto. Jumlah karyawan 80 orang dan jumlah TT sebanyak 61 unit.

▪︎Tahun 1984 – 1996
Peningkatan status menjadi Rumah Sakit tipe C (SK Menkes RI No. 303/SK/IV/1987) dipimpin oleh dr. Ibnu Fadjar dengan jumlah TT 130 unit. Jumlah karyawan 180 orang (termasuk 5 orang dokter spesialis). Tahun 1985 mendirikan Sekolah Perawat Kesehatan dengan 40 siswa.

▪︎Tahun 1996 – 2001
Menjadi Rumah Sakit Umum Unit Swadana, diresmikan Bupati Malang tanggal 10 Desember tahun 1997. Dipimpin dr. Tuti Haryanto, MARS dengan jumlah TT 155 unit dan jumlah karyawan 334 orang (termasuk 10 dokter umum, 11 dokter spesialis, 2
dokter gigi).

▪︎Tahun 2001 – 2003
Adanya perubahan status menjadi Badan Rumah Sakit Daerah Kabupaten Malang dipimpin dr. Setyo Darmono dengan jumlah TT 156 unit, dengan jumlah karyawan sebanyak 327 orang (termasuk 9 dokter umum, 11 dokter spesialis, 2 dokter gigi).

▪︎Tahun 2003 – 2004
Terjadi perubahan menjadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Malang dipimpin dr. April Mustiko R, Sp.A dan jumlah TT 169 unit dan jumlah karyawan
339 orang.

▪︎Tahun 2004 – 2008
Dipimpin dr. Agus Wahyu Arifin, MM, ada penambahan jumlah karyawan menjadi 424 orang serta terjadi perubahan status rumah sakit menjadi Badan Layanan Umum, dengan Tipe Kelas Rumah Sakit menjadi Tipe B Non Pendidikan (SK Bupati 2008).
dengan jumlah tempat tidur sebanyak 201 unit.

▪︎Tahun 2008 – 2010
Perubahan nama menjadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan Kabupaten Malang. Berdasarkan SK Bupati No.180/ 37/ Kep/ 421.013/ 2008 Tentang Pemberian Nama RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang.

Kemudian diikuti dengan perubahan Struktur Organisasi Berdasarkan Peraturan Bupati Malang Nomor 37 Tahun 2008 Tentang Organisasi Perangkat Daerah Rumah Sakit Umum Daerah. Berdasarkan SK Bupati
Malang No. 180/232/KEP/421.013/2009 tentang Penetapan RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang sebagai SKPD yang menerapkan PPK BLUD status Penuh. Dipimpin dr. Lina Julianty P., Sp.M, MM. dan adanya perubahan jumlah karyawan
menjadi 564 orang dan jumlah tempat tidur menjadi 221 unit.

▪︎Tahun 2011 – 2018
Dipimpin dr. Harry Hartanto, MM. diikuti dengan perubahan karyawan menjadi 687 orang dan jumlah tempat tidur menjadi 280 unit.

▪︎Tahun 2018 – 2019
RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang dipimpin drg. Marhendrajaya, MM, Sp.KG. sedangkan tahun 2019 – 2020 dipimpin dr. Abdurrahman, M.Kes.

▪︎Tahun 2020 – 2021
Dipimpin Plt. Direktur dr. Dian Soeprodjo, Sp.THT-KL dan ditetapkannya RSUD
Kanjuruhan Kabupaten Malang sebagai Rumah Sakit Pendidikan melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/240/2020 tentang Penetapan RSUD Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang sebagai Rumah Sakit Pendidikan Satelit untuk RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan dan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang.

▪︎Bulan Februari – Juni 2021 Dipimpin Plt. Direktur drg. Arbani Mukti Wibowo. Bulan Juli 2021 – Februari 2022 dipimpin Plt. Direktur drg. Marhendrajaya, Sp.KG, MM.

▪︎Bulan Maret 2022 – sekarang, Dipimpin Plt. Direktur dr. Bobi Prabowo, Sp.Em.▪︎(AHM)