BPPH PP Kab Malang tidak Ada Kaitannya Menghalangi Investor
▪︎Terkait Aksi di PT. Lesaffre
▪︎MALANG – POSMONEWS.COM,-
MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Malang memberikan penjelasan terkait seruan aksi damai yang dilakukan di depan PT Lesaffre Sari Nusa, Jl. Raya Bulupayung, Bulupayung, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, 31 Mei 2023 terus berlanjut.
Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (BPPH) Pemuda Pancasila Kabupaten Malang dengan tegas menyampaikan, terkait perkembangan dari aksi tanggal 31 Mei 2023, bahwa aksi yang dilakukan tersebut adalah murni untuk meminta penjelasan terkait somasi yang tidak ditanggapi.
“Hari ini kita mendengar, telah beredar informasi dan opini di luar, bahwa Pemuda Pancasila menghalangi investor asing. Saya katakan tidak benar. Saya tidak ada bahasa investasi. Kita datang tidak ada pembahasan investor asing maupun siapa pun itu,” tegas Exel Kharisma Sekretaris BPPH PP Kabupaten Malang kepada media, Sabtu (3/6/2023).
Axel menyatakan, aksi dari BPPH PP tersebut sebagai bentuk pembelaan selaku pemegang kuasa dari PT Wahana Wira Persada yang notabene milik dari Ketua MPC PP Probolinggo dan menjalin kerjasama MoU dengan PT. Lesaffre.
“Jadi ini tidak serta merta mendapatkan dan mendengarkan informasi sepihak yang tidak benar. Sekali lagi aksi kemarin tidak ada kaitan untuk menghalangi masuknya investor asing untuk berinvestasi di Kabupaten Malang,” terangnya.
Hal sama dikatakan Ketua BPPH PP Kabupaten Malang, Andi Sinyo, kalau memang Pemuda Pancasila dikatakan menghalangi ivestor asing seperti apa, karena BPPH PP adalah sebagai kuasa hukum dari PT. Wahana Wira Persada.
“Anarkis kah kami, atau membuat hal yang merugikan PT. Lesffre. Kami kesana hanya ingin duduk bersama untuk mengajak mediasi dan meminta konfirmasi, klarifikasi,” ucap Andi Sinyo.
“Di mana letak wanprestasi yang dilakukan klien kami. Kami disini bertindak sebagai kuasa hukum, dan kami juga tahu etika, juga tidak akan melanggar marwah Pemuda Pancasila,” tambahnya.
Ia menduga, PT. Lesaffre sengaja membuat opini melalui pihak-pihak luar yang akan mengacaukan dan membuat nama organisasi PP jelek di mata masyarakat.
“Wah kok Organisasi Pemuda Pancasila di sebut “menghalang-halangi Investor. Salah besar itu,” Katanya.
“Kita sebagai Organisasi Pemuda Pancasila sangat mendukung Investasi, tapi kita tidak mendukung Investor yang berbuat semena-mena terhadap pengusaha nasional dan Masyarakat sekitar,” terangnya.
Indonesia sudah kaya raya, Indonesia tidak butuh investor yang menginjak-injak rakyat Indonesia. Ini adalah bentuk itikad tidak baik mereka dengan cara berlindung di balik penguasa mengatasnamakan “Investor”.
“Sekali lagi Indonesia negara yang kita cintai ini sudah kaya raya, kita tidak butuh investor yang mempunyai perilaku seperti penjajah,” pungkasnya.▪︎[DDT/AHM]


