Berita Utama

KEMEN PU BERJANJI PERBAIKAN JALAN DIRAMPUNGKAN MENJELANG H-10 LEBARAN

▪︎ BBPJN Jatim–Bali Memetakan Titik Rawan Kemacetan dan Laka Lantas

▪︎ JATIM – POSMONEWS.com,-
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo,  memastikan kesiapan jalan nasional di Jawa Timur dalam rangka mendukung arus mudik Lebaran 1447 H/2026 M. Sedangkan perbaikan jalan nasional bakal dirampungkan H-10 Idul Fitri.

“Kita harus memastikan jalan nasional di Jawa Timur dalam kondisi aman dan nyaman dilalui masyarakat, terutama pengendara roda dua,” kata Menteri Dody di Tuban, kemarin.

Menteri PU meninjau kesiapan jaringan jalan nasional di Provinsi Jawa Timur guna memastikan kelancaran dan keselamatan arus mudik Lebaran 1447 H/2026 M.

Berbagai langkah percepatan perbaikan dan peningkatan kemantapan jalan dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan lalu lintas selama periode puncak pergerakan masyarakat.

Lebih lanjut Menteri Dody memastikan seluruh perbaikan jalan nasional di Provinsi Jawa Timur harus rampung paling lambat H-10 Lebaran 2026.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi jalan nasional dalam keadaan mantap, aman, dan nyaman dilalui masyarakat, terutama pengguna sepeda motor yang mendominasi pergerakan mudik di wilayah tersebut.

Berdasarkan data Kementerian PU, total panjang jalan nasional di Jawa Timur mencapai 2.261,68 kilometer yang terbagi dalam 358 ruas serta didukung 973 jembatan dengan total panjang 34.807,36 meter.

Secara umum, kondisi ruas jalan berada pada kategori baik dan sedang dengan tingkat kemantapan di atas 80 persen. Namun demikian, percepatan perbaikan tetap dilakukan guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan selama periode mudik dan arus balik.

Dari total 14.132 titik lubang yang terdata, sebanyak 13.306 titik telah tertangani. Sisanya, 826 titik, saat ini dalam tahap penyelesaian dan ditargetkan tuntas sebelum batas waktu H-10 Lebaran 1447 H/2026 M.

Selain penambalan lubang, penanganan marka jalan dan rambu-rambu lalu lintas juga dipercepat untuk meningkatkan visibilitas serta keselamatan pengguna jalan, terutama pada jalur-jalur dengan mobilitas tinggi.

Melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali,  Kementerian PU telah memetakan sejumlah titik rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

Beberapa di antaranya berada di ruas perbatasan Kota Bangkalan – Kabupaten Sampang serta kawasan Alas Baluran di Banyuwangi. Pada lokasi tersebut dilakukan penguatan pengawasan, penambahan rambu peringatan, serta koordinasi intensif dengan kepolisian dan instansi terkait.

Langkah ini diambil untuk memastikan arus kendaraan tetap terkendali dan risiko kecelakaan dapat ditekan selama puncak arus mudik.

Tak hanya mengantisipasi kemacetan, potensi gangguan akibat cuaca ekstrem juga menjadi perhatian. Sejumlah ruas rawan banjir dan longsor telah diidentifikasi, antara lain, Ngoro – Mojosari, Ploso – Pacitan – Hadiwarno, Bangil – Pasuruan dan perbatasan Kabupaten Malang – Kota Lumajang, termasuk segmen Turen Km 54+500 hingga Km 60+150.

“Personel dan peralatan berat telah disiagakan di titik-titik tersebut untuk memastikan respons cepat apabila terjadi bencana yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas,” jelas Menteri Dody.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan terpadu, BBPJN Jawa Timur–Bali juga mendirikan posko jalur Lebaran di berbagai satuan kerja wilayah Jawa Timur. Posko ini berfungsi sebagai pusat pemantauan kondisi jalan, koordinasi lintas instansi, serta percepatan penanganan apabila terjadi gangguan di lapangan.▪︎ (FEND)

Related Articles

Back to top button