Ganjar Pranowo Capres 2024, Refleksi Semar Mbangun Kahyangan (3)
▪︎SURABAYA-POSMONEWS.COM,-
Tokoh Semar bagi kalangan tertentu di Nusantara diyakini sebagai Sang Pamomong atau Awatara yakni Dewa Ngejawantah yang turun ke dunia untuk membawa ajaran darma, kebahagiaan dan kesejahteraan manusia.
Karena itu dalam filosofi Lakon “Semar Mbangun Kayangan” menurut Guru Besar Pedepokan Silat dan Tenaga Dalam Bhakti Persada Mojokerto, Jatim, KRT. Eko Wahyudi Rekso Mulyo, S.Pd, S.PdI, M.M. menjabarkan ketokohan semar adalah sebagai simbol wong cilik, rakyat jelata, mencoba membangun kayangan. Yakni istana megah (baca: kekuasaan) sekaligus mengembalikan sikap pemimpin untuk berorientasi pada rakyatnya.
“Bahwa, seorang pemimpin harus memiliki rasa asah, asih, asuh, ngopeni (memelihara) dan ngayemi (memakmurkan). Tujuannya tercipta negeri makmur, adil, sejahtera, dan sentosa, gemah ripah loh jinawi. Dan itu dalam pandangan batin saya ada pada sosok Ganjar Pranowo,” katanya.
Masih menurut Grand Master Metafisika dan Begawan Keris Pusaka, Tosan Aji serta benda antik Bertuah yang akrab dipanggil Mas Eko ini memampangkan adanya nilai yang terkandung dalam lakon pewayangan ini bisa menjadi teladan terutama bagi generasi milenial.
Mas Eko memberi simpulan dua point atau nilai penting, pelajaran yang ingin dimaksud oleh Semar dan dimana Kahyangan yang ingin dibangun oleh Semar tersebut. Pertama, bahwa di dalam samudera kalbu hendaknya ditata oleh manusia agar kalbu itu senantiasa bercahaya.
“Pesan spiritual dan metafisiknya, perihal pusaka, yang dimaksud seperti Songsong Tungul Wulung, Keris Korowelang dan khususnya Jamus Kalimasada yang berasal dari dua kalimat syahadat, sebagai bagian dari zikrullah untuk membersihkan manah tempat kalbu itu bertahta sebagai kahyangannya,” lanjut spiritual multitalenta yang kini madepok di Ds. Sedengan Mijen, Krian, Sidoarjo, Jatim ini.
Dan kedua, jika dihubungkan dengan Fisiknya, yang dimaksud Kahyangan itu “bahasa simbol” yang versi politik kenegaraan adalah bangunan spektakuler yang kini tengah dirintis sebagai kebanggaan NKRI.
Dan itu menurut KRT. Eko Wahyudi Reksomulyo adalah pembangunan IKN yang digagas di era presiden Joko Widodo.
Terhadap IKN ini, menurut wawasan kalangan winasis, spiritualis, tokoh adat kasepuhan, ahli penghayat kebatinan yang berada dalam ikatan benang merah, menyebut Ganjar Pranowo lah yang memiliki komitmen dan siap untuk melanjutkan Mega proyek Nusantara itu.
“Selain Ganjar Pranowo, ada tokoh lain yang juga komit, seperti Prabowo Subianto. Sehingga jika nanti bisa berebut pulung Nusantara akan ketat. Sedangkan untuk capres lain, itu di luar Pakem, mitos dan Liturginya.
Padahal jika bisa terjadi dan diduetkan Ganjar-Prabowo, sungguh akan hebat. Ya karena dua tokoh ini memiliki wawasan universal kebangsaan, kebhinekaan, toleransi, pluralisme dan menolak paham-pahan radikalisme, atau paham yang ingin merongrong NKRI, mengganti Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Hal yang tentu berbeda dengan capres lainnya yang diragukan sebagaimana sikap kedua tokoh tersebut ,” tegasnya.(bersambung).*DANAR SP*


