Proyek Tol Kediri-Tulungagung PT. GG Investasi Rp 9,92 Triliun

▪︎ JATIM – POSMONEWS.com,-
Proyek pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung sepanjang 44,17 km sedang dikebut guna mendukung Bandara Dhoho Kediri. Proyek tersebut ditargetkan beroperasi 2026.
Proyek senilai Rp 9,92 triliun ini diprakarsai PT Gudang Garam (PT. GG Tbk), menghubungkan Kota/Kabupaten Kediri dengan Tulungagung, dan terbagi atas main road serta akses khusus bandara.
Detail utama proyek Tol Kediri – Tulungagung, panjangnya mencapai
44,17 kilometer (37,35 km main road + 6,82 km akses Bandara Dhoho). Tujuan menjadi penghubung utama Bandara Dhoho dan konektivitas Jawa Timur bagian selatan.
Status terkini tahun 2026) pembangunan fisik dan pembebasan lahan masih dikebut, dengan progres krusial pada 2025 (termasuk musyawarah ganti rugi) untuk mengejar target operasional.
Sedangkan pemrakarsa atau investor PT Gudang Garam Tbk, dengan skema unsolicited KPBU. Sedangkan
dampak pembangunan mempermudah akses ke Bandara Dhoho, kawasan Selingkar Wilis, dan lintas selatan Jawa Timur.
Proyek ini menjadi urat nadi baru yang terintegrasi dengan jaringan jalan tol di Jawa Timur. Investasi raksasa, proyek Tol Kediri-Tulungagung milik PT. Gudang Garam tembus angka Rp 10 triliun.
Seperti diketahui pembangunan infrastruktur di Jawa Timur bagian selatan mencatatkan angka investasi yang fantastis.Jalan tol ini diproyeksikan menjadi urat nadi ekonomi baru yang menghubungkan pusat industri di Kediri dengan wilayah pesisir di Tulungagung.
Jalan tol sepanjang puluhan kilometer ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atas prakarsa badan usaha (unsolicited).
Selain meningkatkan konektivitas antarwilayah, kehadiran jalan tol ini juga bertujuan untuk mempermudah akses menuju Bandara Internasional Dhoho Kediri.
“Angka 10 triliun itu investasi yang luar biasa besar, tapi sebanding dengan potensi yang akan terbuka,” jelas Heru salah seorang pengusaha, optimis.
Pemerintah optimistis bahwa dengan nilai investasi yang masif, kualitas konstruksi dan fasilitas pendukung jalan tol ini akan memenuhi standar internasional.
Saat ini, proses pembebasan lahan dan konstruksi fisik terus dikebut guna mengejar target operasional yang telah ditetapkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah dan nasional.
Hadirnya Tol Kediri-Tulungagung tidak hanya menjadi simbol kekuatan finansial sektor swasta dalam membangun negeri. Tetapi juga diharapkan mampu memangkas waktu tempuh secara signifikan, menurunkan biaya logistik, dan memacu pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Timur bagian selatan secara merata.▪︎ (FEND)
