SMP PGRI 1 Buduran Gelar Gerakan Orang Tua Mengajar
▪︎SIDOARJO – POSMONEWS.com,-
Dalam rangka memeringati Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa 2024, SMP PGRI 1 Buduran menggelar serangkaian kegiatan.
Di antaranya istighosah untuk para pahlawan Sumpah Pemuda, lomba membuat poster dan menulis cerita pendek bertema Sumpah Pemuda, serta SITA GETAR (Aksi Nyata Gerakan Orang Tua Mengajar).
Istighosah (doa bersama) dilaksanakan oleh warga sekolah di Aula Pandan Wangi SMP PGRI 1 Buduran, Senin (28/10/2024). Untuk mendoakan arwah para pahlawan, khususnya para pahlawan dalam peristiwa bersejarah Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928.
Pada hari yang sama dilaksanakan lomba membuat poster bertema Sumpah Pemuda secara manual, tidak diperkenankan menggunakan alat bantu hand phone (HP). Menggunakan crayon atau pensil berwarna.
Demikian pula pada saat lomba menulis cerpen (cerita pendek), harus dikerjakan secara manual. Menulis tangan secara langsung di kertas folio bergaris. Tidak diperkenankan browshing di internet, atau tidak diperbolehkan menggunakan HP.
Dengan maksud, supaya karya yang dihasilkan merupakan hasil orisinal (asli) buatan sendiri. Bukan merupakan hasil saduran atau bahkan plagiasi.
Di antara kegiatan tersebut yang paling mendapat perhatian adalah SITA GETAR (Aksi Nyata Gerakan Orang Tua Mengajar), Rabu (30/10/2024).
Setiap kelas terdapat perwakilan orang tua/wali peserta didik yang menjadi pengajar di kelas anaknya masing-masing. Sesuai dengan kebijakan Kepala SMP PGRI 1 Buduran, diambil materi bertema “Pemuda dan Bahasa”. Dengan didampingi oleh guru wali kelas masing-masing sebagai operatornya.
Setiap perwakilan orang tua/wali peserta didik menyajikan materi powerpoint “Pemuda dan Bahasa”.
Dalam presentasi dipaparkan: siapa, mengapa, dan bagaimana pemuda Indonesia; serta apa, mengapa, dan bagaimana Bahasa Indonesia. Apa pentingnya pemuda? Apa peran pemuda? Apa pentingnya bahasa? Sekaligus dibacakan bersama-sama Ikrar Sumpah Pemuda.
Adapun pesan moral yang diperoleh, di antaranya: pemuda sebagai generasi penerus bangsa, pemuda sebagai harapan masa depan bangsa, pemuda sebagai pelopor dan penggerak bangsa, pemuda sebagai kebanggaan Nusantara, bahasa menunjukkan identitas bangsa, bahasa sebagai alat pemersatu bangsa, pemuda sebagai pengguna dan pelestari bahasa Indonesia.
Kepala SMP PGRI 1 Buduran, Indrajayanti Ratnaningsih, S.Si, M.Pd, Gr. mengatakan, kegiatan SITA GETAR tersebut selain dalam rangka Bulan Bahasa 2024, juga untuk mendekatkan sekolah, orang tua/wali peserta didik, dan para peserta didik.
“Maknanya untuk mengantarkan anak-anak menuju kesuksesan, dengan partisipasi aktif orang tua dalam proses belajar mengajar di sekolah,” katanya.
Menurutnya, kegiatan ini juga merupakan embrio untuk tahapan berikutnya, dengan membentuk kelas inspirasi. Orang tua/wali peserta didik menjadi narasumber yang menginspirasi bagi peserta didik.
“Alhamdulillah, pada kegiatan kemarin, orang tua/wali peserta didik juga sudah memulai untuk memberikan testimoni sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman kesuksesan profesi masing-masing,” jelasnya.
Suasana menjadi cair pada saat ice breaking dan games tebak kata. Keceriaan muncul di antara peserta didik. Mereka secara estafet menyampaikan pesan dengan bergesture, tanpa mengeluarkan suara.
Kelucuan-kelucuan pun terjadi saat anak-anak memeragakan pesan kata yang harus ditebak oleh rekannya. Bahkan, suasana gembira muncul saat diperdengarkan lagu (nyanyian), peserta didik memeragakan apa saja yang didengarnya.
Ketua Komite SMP PGRI 1 Buduran, Kharis Maftuqin, SE yang juga dimohon menjadi pengajar di kelas IX B mengatakan, kegiatan SITA GETAR sungguh luar biasa. Sebab, orang tua/wali peserta didik yang tidak terbiasa mengajar di kelas, jadi merasakan akan yang dilakukan guru setiap hari.
“Sensasinya luar biasa. Alhamdulillah respon anak-anak juga sangat baik. Penuh perhatian, dan banyak yang bertanya sekaligus menjawab pertanyaan,” katanya.
▪︎(Koesmoko, Humas SMP PGRI 1 Buduran)