* Oleh: Suhu Jefri Samudra A.Md.T. SH.
Cengkeraman Hawa Sengkolo Sang Batara Kala Nampaknya masih mencengkeram Indonesia di tahun1955 Jawa ini.
Bencana Alam dalam bentuk Gempa bumi dan longsor nampaknya masih akan menemani Nusantara tercinta ini di sepanjang Tahun Suro Jawa 1955 ini.
hawa batara kala sejatinya adalah hawa mengambil nyawa secara terawang batin sejujurnya aura batara kala cukup miris dan menakutkan. Hal ini di karenakan pembawaan sikap tabiat Sang Kala yang gemar mengambil Nyawa.
Artinya indonesia untuk beberapa waktu kedepan akan banyak bergulat dengan pageblug dan bencana alam yang berat dan cukup sulit dikendalikan.
Jika kita kini melihat Kasus Covid sejatinya adalah pengejawantahan dari Aura Batara Kala ini.
Pemerintah Sekarang sudah saatnya mengambil langkah terbaik demi bangsa ini terlepas dari pageblug tersebut.
Tatanan Sosial dan ekonomi Untuk nusantara nampaknya mengalami hantaman dan peningkatan pertumbuhan yang kembang kempis. Kesadaran pejabat untuk bertanggung jawab dalam bekerja juga nampaknya menurun.
Suro 1955 jawa sejatinya adalah Hak Mutlak Tuhan YME untuk mengingatkan Semua elemen bangsa ini agar sadar apa itu tujuan hidup di dunia ini yang sejatinya untuk bertekun dalam kebajikan dan menjalankan hidup ini sebagai Khalifah wakil Ilahi yang sesungguhnya.
pageblug dan larang sandang pangan atau mahal sandang pangan dan banjir alam yang dominan terjadi di nusantara juga harus di sikapi dengan bijak sepanjang tahun Suro 1955 ini.
Pageblug penyakit Covid nampaknya tidak boleh dianggap masalah sepele.
Pemerintah tidak hanya berikhtiar dengan tindakan protokol dan vaksinasi saja. Tindakan spiritual untuk melebur Hawa Batara kala ini bisa dilebur dengan upaya ruwat nasional atau istighotsah skala nasional.
Hanya iman dan introspeksilah bangsa ini bisa segera lepas dari ujian Ganasnya Aura Sang Batara kala yang masih mencengkeram Pertiwi raya ini.
Mungkin kini sudah sangat bijak bila semua elemen bangsa ini berpijak kepada Lelakon Pandawa Lima yang sepenuh hati berjalan diatas jalan kebajikan. Karena Pandawa lima dalam Serat Bharatayudha adalah tokoh tokoh yang selamat dari Dewa maut perang bharatayudha. Karena kebajikan dan keadilan mereka jalani sepenuh hati.
Suro tahun ini adalah suro untuk merefleksi diri untuk lebih santun dan baik dalam moral. Dan Suro Tahun ini juga adalah Tahun keadilan PANGERAN (Tuhan YME). Untuk menumpas nyawa nyawa manusia yang lupa akan kebajikan dengan ujud bencana dan sakit pageblug.**
• Berpijak pada diri adalah terbaik. Salam kebatinan.









