Selamatan Giling 2025 Pabrik Gula Kebon Agung
▪︎MALANG – POSMONEWS.com,-
Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M bersama Istri yang sekaligus menjabat sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Malang Hj. Anis Zaidah Sanusi menghadiri Selamatan Giling Pabrik Gula Kebon Agung Tahun 2025 di Aula Pabrik Gula Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang pada Sabtu (26/4).
Turut hadir pada kesempatan ini Jajaran Pejabat Kabupaten Malang, Direktur Utama PT. Kebon Agung, Pimpinan Pabrik Gula Kebon Agung, Camat dan Forkopimcam Pakisaji dan Keluarga Besar Pabrik Gula Kebon Agung. “Satu Jiwa Bersama Meraih Swasembada” merupakan tema yang diusung pada acara Selamatan Giling 2025 Pabrik Gula Kebon Agung.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, Bupati Malang menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini, pihaknya sekaligus menyampaikan Selamat dan Sukses kepada keluarga besar Pabrik Gula Kebon Agung atas dimulainya musim giling tahun 2025.
Bupati Malang berharap, agar nantinya seluruh kegiatan proses giling dapat berjalan dengan baik dan lancar.
“Tentu kita semua berharap agar pencapaian produksi pada tahun ini semakin meningkat dari tahun sebelumnya, diikuti dengan peningkatan motivasi dari segenap karyawan hingga jajaran direksi untuk meningkatkan produksi, baik secara kuantitas maupun kualitasnya,” ujar Bupati Malang.
Dari waktu ke waktu, industri gula dalam negeri dihadapkan pada tantangan global yang semakin berat. Gula masih terhalang pada permasalahan klasik, seperti keterbatasan lahan, kurangnya bahan baku tebu berkualitas, tantangan climate change, dan ditambah dengan revitalisasi pabrik gula di Indonesia yang tentunya membutuhkan waktu yang panjang dan anggaran yang tidak sedikit.
“Selain dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur dalam rangka mengawali musim giling tahun 2025, mudah-mudahan kegiatan Selamatan Giling ini juga dapat menjadi momentum bagi Pabrik Gula Kebon Agung agar terus meningkatkan kinerja, yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan kuantitas dan kualitas hasil produksi,” harap Bupati Malang.
“Dimulai dari menerapkan pemeriksaan kualitas proses lini produksi, mulai dari saat penerimaan bahan, proses pengolahan, hingga pemeriksaan akhir pada produk. Ini semua harus dijalankan dengan maksimal, diikuti dengan upaya untuk terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas internal, serta meningkatkan partisipasi aktif masyarakat, terutama para petani tebu yang selama ini menjadi rekan kerja penyuplai tebu, dan juga tidak melupakan komunikasi aktif dengan Pemerintah,” tambah Bupati Malang.
Bupati Malang yakin, apabila hal tersebut dapat diupayakan dan dilaksanakan bersama-sama, bukan tidak mungkin Pabrik Gula Kebon Agung nantinya mampu menghasilkan kualitas tebu terbaik dengan tingkat rendemen yang tinggi, sehingga dapat meningkatkan produksi gula secara signifikan, sekaligus memberikan kontribusi nyata, tidak hanya bagi perkembangan usaha yang dijalankan, tetapi juga berdampak positif bagi para petani tebu, masyarakat luas, daerah Kabupaten Malang, dan Negara Indonesia yang kita cintai. ▪︎(AHM/dhe)

