Waskita Karya Incar Kontrak Baru Semester II

Target nilai kontrak baru Wasita Karya pada tahun ini lebih rendah sekitar Rp. 1 triliun dari realisasi nilai kontrak baru 2020 yang mencapai Rp. 27 triliun.
Mayoritas kontrak baru Waskita Karya pada tahun lalu datang dari proyek infrastruktur konektivitas mencapai 43 persen.
Seperti dilansir Bisnis.com Bendungan Way Sekampung di Lampung, salah satu proyek PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
PT Waskita Karya (Persero) Tbk. mencatatkan nilai kontrak baru hingga April 2021 masih di bawah level 10 persen dari target nilai kontrak baru tahun ini. Perseroan optimistis mayoritas kontrak baru akan diraih pada semester II/2021.
SVP Corporate Secretary Waskita Karya, Ratna Ningrum mengatakan total nilai kontrak perseroan selama 4 bulan pertama 2021 mencapai Rp. 2,13 triliun.
Dia optimistis pihaknya dapat mencapai target nilai kontrak baru tahun ini yang mencapai Rp. 26 triliun.
“Kami memperkirakan perolehan kontrak baru akan meningkat di kuartal II/2021 hingga kuartal IV/2021,” katanya, Kamis (20/5/21).
Dengan kata lain, target nilai kontrak baru Wasita Karya pada tahun ini lebih rendah sekitar Rp. 1 triliun dari realisasi nilai kontrak baru 2020 yang mencapai Rp. 27 triliun. Mayoritas kontrak baru Waskita Karya pada tahun lalu datang dari proyek infrastruktur konektivitas yang mencapai 43 persen.
Sementara itu, rincian kontrak baru Waskita Karya pada 2020 adalah proyek EPC sebesar 27 persen, proyek gedung sebesar 13 persen, proyek infrastruktur sumber daya air sebsar 8 persen dan proyek dari anak usaha sebesar 9 persen.
Ratna menyampaikan saat ini pihaknya sedang mengikuti beberapa tender proyek konstruksi dari pemerintah maupun badan usaha milik negara (BUMN). Total nilai kontrak dari seluruh tender yang diikuti Waskita Karya saat ini mencapai Rp15 triliiun.
Dengan kata lain, nilai kontrak baru Waskita Karya dapat mencapai 65,88 persen dari target jika memenangkan semua tender tersebut. Adapun, Ratna menilai mayoritas kontrak baru akan didapatkan perseroan pada semester II/2021.
Seperti diketahui, komposisi kontrak baru Waskita Karya sepanjang 2021 terdiri dari 80 persen proyek eksternal dan 20 persen proyek investasi. Rendahnya kontribusi proyek investasi disebabkan oleh strategi perseroan yang lebih selektif terhadap proyek investasi pada tahun ini.
Ratna menyatakan strategi proyek investasi pada tahun ini adalah mengincar kepemilikan minoritas dan berinsergi dengan investor infrastruktur lainnya.**(fend)


