Diselamatkan Rusa dan Ikan Lele

* Karomah Kiai Boyo Pati (Syeh Abdus Shomad) Desa Medang, Glagah, Lamongan, Jatim
Kisah karomah Kiai Boyo Pati (Syeh Abdus Shomad)
sangat banyak; diantaranya bisa mnyerupai sesuatu yang beliau inginkan. Apa saja karomahnya? Apakah beliau mampu mengemban amanat kanjeng Sunan Giri?
PADA suatu pagi hari, Nyi Lurah sedang menyapu di pekarangan kediamanya, Boyo Pati “menyamar” menjadi daun berharap bisa mengambil keris Korowelang yang di selipkan di pinggang Nyi Lurah.
Namun, penyamaran Boyo Pati diketahui oleh Nyi Lurah. Boyo Pati pun bergegas melarikan diri, memang Nyi Lurah sangat sakti hingga mampu mengetahui penjelamaan yang dilakukan Boyo Pati. Namun Boyo Pati tidak menyerah, suatu ketika Boyo Pati pun menemukan kelemahan Nyi Lurah. Ternyata, Nyi Lurah sangat suka dengan kucing, maka bergegaslah Boyo Pati menjelma menjadi kucing serta mendekat kepada Nyi Lurah.
Kemudian Nyi Lurah lengah serta tidak curiga sedikit pun karena sangat senangnya akan kehadiran kucing itu (penjelmaan Boyo Pati). Nyi Lurah berniat untuk memelihara kucing itu dengan kasih sayang. Kucing itu diberi makan serta di elus-elus di pangkuan Nyi Lurah.
Secara diam-diam kucing pejelmaan dari Boyo Pati itu mengambil keris yang terselip di ikatan perut Nyi Lurah. Saat itu Boyo Pati bergegas melarikan diri. Nyi Lurah berteriak menyuruh anak buahnya untuk mengejar kucing yang sudah berubah menjadi Boyo Pati.
Sepontan penduduk ikut mengejar Boyo Pati karena diduga seorang pencuri keris Nyi Lurah. Kejar mengejar berlangsung sangat jauh hingga mencapai daerah Lamongan yang sekarang menjadi kota.
Pada saat perbatasan antara Desa Pucuk dan Babat, Lamongan, Boyo Pati sangat terpojok, sebuah pohon besar mengahalangi jalannya. Boyo Pati pasrah dan berdoa kepada Allah minta pertolongan dan seketika itu anak buah Nyi Lurah melemparkan tombak kepada Boyo Pati, ternyata datang seekor rusa yang menghalanginya dan menyelamatkan Boyo Pati, hingga rusa tersebut terkena tombak anak buah Nyi Lurah tersebut.
Akhirnya Boyo Pati bersyukur kepada Allah yang menyelamatkan nyawanya lewat perantara binatang rusa itu. Kemudian beliau bersumpah; jangan sampai anak turunya memakan daging rusa atau kijang.
Boyo Pati pun bergegas pergi dan melanjutkan pelariannya sesampainya di daerah yang sekarang Desa Medang, Kecamatan Glagah, Lamongan. Namun, Boyo Pati tetap dikejar anak buah Nyai Lurah. Boyo Pati menemukan “blumbang” (kolam) yang akhirnya beliau menceburkan dirinya di dalam air kolam dengan berdoa kepada Allah supaya selamat dari kejaran anak buah Nyi Lurah.
Boyo Pati ternyata juga bisa bernafas di dalam air. Beliau masuk ke dalam “rong” (lubangan kecil rumah ikan lele). Anak buah Nyai Lurah menghampiri kolam tersebut dengan membawa obor aka tetapi tidak ada tanda tanda Boyo Pati masuk di kolam itu.
Ketika massa yang mengejar curiga kalo Boyo Pati “ngumpet” di dalam kolam itu, ribuan ikan lele muncul ke permukaan air kolam, sehinggah tidak ada yang tahu kalau Boyo Pati menyebur ke air kolam tersebut, sehingga mereka beranggapan Boyo Pati tidak masuk ke kolam ikan lele itu.
Kalau saja Boyo Pati diketahui ada di kolam itu, beliau pasti meninggal karena terkena sengatan “patil” ikan lele yang begitu banyak. Massa pun kembali dan berhenti untuk melakukan pengejaran Boyo Pati.
Karena merasa diselamatkan ribuan ikan lele itu, Boyo Pati bersyukur kepada Allah telah menyelamatkan dirinya dari kepungan massa lewat perantara ikan lele.Kiai Boyo Pati berwasiat agar anak turunnya jangan sampai ada yang memakan ikan lele.
Kiai Boyo Pati merasa berjasa terhadap ikan lele yang menyelamatkannya. Setelah masa pergi, Boyo Pati pun bergegas keluar dari kolam tersebut dan pergi ke Gresik untuk mengembalikan keris Korowelang milik Sunan Giri.
Akhirnya Boyo Pati mendapat gelar dari kanjeng Sunan Giri “Sayyid Abdus Shomad”. Setelah pengabdianya begitu lama kepada Sunan Giri, Boyo Pati pun kembali ke daerah Lamongan untuk mengajarkan agama Islam serta mendirikan desa-desa di antarnya adalah Desa Medang, hingga beliau wafat dan di makamkan di dekat kolam ikan lele yang pernah menyelamatkanñya. (habis)
(zubairi indro)
