Berita Utama

Perang Program Paslon Pilkada Merebut Hati Pemilih

Perang program untuk menuju Lamongan yang lebih baik dan sejahtera kini mulai didengungkan oleh para paslon di Pilkada Lamongan.

Dalam catatan posmonews. com pasangan independen, Suhandoyo-Suuddin fokus di bidang kemakmuran petani nelayan. Sedangkan Kartika-Saim mengusung program yang lebih rinci karena konsep program andalannya dinamakan Nawa Karsa.

Hari pertama pendaftaran Pilkada Lamongan 2020, Jumat (4/9/20) kemaren tercatat dua paslon telah mendaftar ke KPU. Dua pasangan cabup-cawabup itu adalah Suhandoyo-Suuddin yang berangkat via jalur perorangan (independen), dengan semangat bak oratoris, cabup uang dulu mantan politisi kawakan PDIP ini berjanji akan memperbaiki Lamongan dengan programnya.

Berpidato di depan pendukungnya Suhandoyo tetap mengacu pada janji programnya Pro Rakyat. Fokusnya kemakmuran dan kesejahteraan petani. Pembuatan fan pengerukan embung. Inovasi pertanian (tanaman). Atasi persoalan air (banjir maupun kebutuhan air bersih). Normalisasi (pengerukan) waduk, telaga yang sudah banyak dilakukan di seantero Lamongan.

Di Pilkada Lamongan, paslon Suhandoyo-Suuddin masih memegang konsep menjaga kesinambungan. Bukti mereka sangat hormat pada para pemimpin Lamongan pendahulunya. Mereka tak anti perubahan tapi sebagai politisi yang dibesarkan oleh PDIP, pasti ia tidak lupa ajaran The Founding Father Bung Karno. Ajaran Jasmerah tetap terpatri di dadanya.

“Intinya kita harus tetap bisa mikul dhuwur mendhem jero, ” kata Suhandoyo saat ditanya insan pers Lamongan tentang garis politiknya.

Lain pasangan independen, lain pula paslon koalisi PKB-PDIP, Kartika Hidayati-Saim yang secara lugas menggaungkan tema Perubahan. Hal yang tentu beda dengan program paslon Independen dan YES BRO (yang rencananya, Minggu pagi akan mendaftar ke KPU, red) yang ada kesamaan pandangan politik untuk menghormati para pemimpin Lamongan sebelumnya.

Dalam catatan posmonews. com, pasangan Kartika-Saim ini lebih mengedepankan suksesi total. Perubahan dalam segala bidang. Mereka pun menggaungkan programnya dengan sebutan Nawa Karsa (sembilan program Karsa).

Sembilan program itu, pertama, mewujudkan tata kehidupan masyarakat Lamongan yang religius yang berpijak pada nilai nilai kearifan dan kebudayaan. Kedua, meningkatkan dan mengembangkan pelayanan dasar masyarakat ( pendidikan, kesehatan, PU, dan tata ruang, kamtibnas, dan pemukiman). Ketiga, mewujudkan tata kelola air bersih, transparan, dan bertanggung jawab, untuk meningkatkan layanan publik.

Keempat, meningkatkan stabilitas politik, hukum, dan trantibnas dengan menjaga nilai-nilai demokrasi dan kegotongroyongan. Kelima, mewujudkan peningkatan kualitas SDM yang unggul, memanfaatkan teknologi, peningkatan kualitas dan akses pendidikan. Keenam, mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis ekonomi kerakyatan dan ekonomi kreatif.

Ketujuh, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan PAD. Kedelapan, meningkatkan pembangunan dan pemerataan dengan memperhatikan lingkungan hidup dan kualitas sumber daya alam. Sembilan, menciptakan lapangan kerja dan kemudahan investasi berbasis ekonomi pedesaan kawasan.

Menilik program ini, sekali lagi Kartika Hidayati kembali mengekor pada ibu mentornya, Gubernur Jawa Timur, Hj. Khofifah Indar Parawansa yang menggaungkan 9 Program andalannya bersama Emil Dardak. Program itu disebut Nawa Bhakti Satya. Bedanya, program ibu Gubernur begitu rinci dan tho the point masuk ke bidang yang jadi bidikannya. Misalnya, Jatim Sejahtera, Jatim Kerja, Jatim Berkah, Jatim Amanah, Jatimh Harmoni, dll.

Nah, akankah benang merah politik Kartika yang berpijak pada Khofifah itu benar-benar menjadi berkah, juga menuai banyak dukungan warga kota soto ini. Atau justru hanya bahasa plagiat program saja. Kita tunggu saja!
(DANAR SP)

Related Articles

Back to top button