Studi Tiru Pertanian, PAD dan Tata Kelola Pariwisata

▪︎MALANG – POSMONEWS.com,-
Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M bersama istri sekaligus menjabat Ketua TP PKK Kabupaten Malang, Hj. Anis Zaidah menerima kunjungan kerja Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, MSi dan istri sekaligus menjabat Ketua TP PKK Kabupaten Aceh Tengah, Risnawati, S.S.IT di Pringgitan Kabupaten Malang, Selasa (22/4).
Kali ini, kunjungan Kerja Bupati Aceh Tengah ke Kabupaten Malang terkait Pembahasan Kerjasama utamanya tentang Pengelolaan Sampah.
Selain itu, Bupati Aceh Tengah juga ingin melakukan study tiru terkait Tata Kelola Pertanian, Tata Kelola Pendapatan Asli Daerah, dan mensinergikan sektor Pariwisata.
Abah Sanusi, sapaan akrab Bupati Malang mengucapkan selamat datang kepada Bupati Aceh Tengah beserta rombongan kunjungan kerja dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah.
Tak ketinggalan, Abah Sanusi juga menyampaikan terima kasih atas dipilihnya Kabupaten Malang sebagai lokasi sasaran dilaksanakannya kegiatan kunjungan kerja, yang pastinya akan menjadi suatu kehormatan bagi Pemerintah Kabupaten Malang dapat menerima kunjungan.
Harapannya, pertemuan ini dapat menjadi sarana komunikasi yang strategis dan positif antara Pemerintah Kabupaten Malang dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah.
”Kita akan terus melakukan perbaikan dalam pengelolaan sampah sehingga nanti juga bisa menjadi contoh untuk daerah-daerah lain. Seperti TPA Talangagung yang sudah diadopsi 150 kota/kabupaten, karena pengelolaan sampahnya tidak bauk, bisa hasilkan gas metan dan dimanfaatkan warga 300 KK di Desa Talangagung, sehingga sudah tidak pakai gas elpiji. Kemarin, saya juga sudah launching alat incinerator (pembakar sampah) yang hasil pengelolaan sampahnya yang residunya bisa menjadi pupuk organik dan cair, serta abunya untuk bahan paving, sebagai solusi agar sampah tidak sampai menumpuk. Tidak ada polusi udara karena asap pembakarannya direndam di air, jadi asapnya masuk di dalam kolam dan direndam, sehingga tidak ada polusi udaranya,” jelas Bupati Malang saat ditemui awak media usai menerima kunjungan kerja Bupati Aceh Tengah.
Dijelaskan Bupati Sanusi, bahwa incinerator saat ini telah dikembangkan sementara oleh Pangdiv Inf. 2 Kostrad Singosari, baru nanti setelah uji coba tersebut semuanya layak, akan lanjut dikembangkan ke tiap-tiap Kecamatan pada tahun 2026, dengan masing-masing incinerator bernilai Rp 40 juta. Hal tersebut dan beberapa unggulan yang ada di Kabupaten Malang sudah ditangkap Bupati Aceh Tengah.
”Ini bagus terutama pengelolaan sampah dan pertanian, yang memiliki kesamaan dengan Kabupaten Aceh Tengah. Tadi saya mendengar dari Pak Bupati Malang bahwa penghasilan per hektarnya hampir 50 ton untuk kentang jadi setahun menghasilkan 100 ton. Kemudian, tata kelola pemerintahannya dari pendapatan dan SAKIP, serta menghadapi aset dengan BPK nya juga bagus. Disini tercermin bahwa Pemkab Malang ini sudah bisa disebut pelayan, karena Bupati dan jajaran sudah kolaborasi untuk melayani masyarakat, itu sebuah prestasi, karena tidak semua Kabupaten dapat melaksanakan hal seperti itu,” aku Bupati Aceh Tengah.
Ditegaskannya, bahwa pihaknya melalui beberapa OPD Kabupaten Aceh Tengah secara teknis akan melakukan replikasi ke Pemerintah Kabupaten Malang. Khusus terkait keberhasilan Pemkab Malang dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Malang yang hampir 120 ton tiap hari, sementara di wilayah Pemkab Aceh Tengah kebetulan daerah wisata namun pengelolaan sampahnya belum maksimal.
”Dan ini akan menjadi prioritas kita, sehingga di Aceh Tengah ke depan bisa mengikuti. Tata kelola sampah di masing-masing desa di Kabupaten Malang sudah ada pengelolaan sampah dan pengolahan sampah, mulai dari individu dalam pemilahan sampah sampai pengolahan sampah, sehingga desanya sudah ada pendapatan asli daerah desanya. Ini luar biasa, dari sampah sudah dapat PAD, sementara di kita masih di membuang, belum pengelompokan dan pengolahan sampah, ada satu dua desa yang sudah mulai tapi belum maksimal. Bahkan di Kabupaten Malang juga sudah kerjasama dengan PT Semen Indonesia,” jelasnya.
Disisi lain, Bupati Aceh Tengah juga memuji terkait baik pengelolaan pendapatan asli daerah, penanganan kemiskinan dan penurunan stunting sudah 6,2 persen di bawah angka nasional 13 persen, sedangkan Aceh Tengah masih 20 persen. Tentu pihaknya perlu belajar lagi dan menjadi tujuan awal tata kelola dan kolaborasi, termasuk penempatan OPD yang mau dipilih jadi kepala dinas karena kinerja, bukan pendekatan politik.
”Itu keren dan bagus sekali di masa jabatan Pak Bupati Sanusi,” pungkasnya.▪︎ (AHM/poy)

