Beranda Jejak Wali Sungai Kering, Jadi Penuh Air

Sungai Kering, Jadi Penuh Air

120 views

Karomah Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjari (4-habis)

Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjari dimasa hidupnya juga pernah diangkatnya sebagai Penasehat Badan Pemulihan Keamanan Daerah Kabupaten Banjar sekitar tahun 1956. Mengapa beliau sampai diangkat menjadi penasihat?

Ketika terjadi pemberontakan Ibnu Hajar, setiap Jum’at beliau memberikan ceramah kepada masyarakat yang terpengaruh dengan pemberontakan tersebut. Bahkan dakwah terus dilakukan oleh Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjari.

Menjelang wafatnya, Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjari masih menyempatkan waktu berdakwah. Sebagaimana diceritakan; Pada waktu itu beliau ada jadwal mengisi ceramah di Karang Intan. Padahal Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjari mempunyai firasat bahwa dirinya mau meninggal dunia. Kedian, beliau menyuruh seseorang untuk mengabarkan kepada istrinya yang telah menginap disana agar segera pulang ke rumah. Dengan pesan singkat dari Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjari itu, istrinya lakas bulik.

Tidak lama setelah itu, beliau berangkat ke Karang Intan. Acara tersebut selesai, dan Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjari mendadak sakit dan berujung wafatnya di tempat dakwah, Karang Intan, pada hari Jumat tanggal 13
Djulkaidah 1375 H. Bertepatan dengan 21 Juni 1956 pada pukul 12.00 siang.. Subhanallah…

Ketika wafat, Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjari, saat itu musim kemarau panjang. Tanah dan sungai kering, sehingga untuk dimakamkan di Desa Kelampayan disamping orang tuanya mendapatkan kendala.

Untuk menuju lokasi pemakaman saat itu harus menggunakan jalur sungai, sedangkan sungai sebagai sarana transportasi itu tidak bisa digunakan kerena kekeringan yang melanda.

Kemudian muncullah inisiatif untuk memakamkan Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjari ditempat lain, seperti di Desa Dalam Pagar. Ada juga yang ingin memakamkan di Taman Makam Pahlawan Bumi Kencana, yang digagas oleh TNI, sebab beliau dianggap sebagai sesepuh Angkatan Bersenjata.

Akhirnya semua usulan tersebut disambut oleh ahli waris. Namun ahli waris tetap menginginkan jasad beliau di makamkan dekat dengan Datuk Syekh Muhammad Arsyad Albanjari, kendati dengan hal yang mendekati tidak mungkin pada saat itu.

Allah SWT berkehdak lain, tak disangka dan tak diduga Jumat malam hujan turun dengan derasnya, sehingga sungai yang dulu kering menjadi berair hingga bisa dilewati perahu yang membawa jenazah Tuan Guru Zainal Ilmi Albanjari dan rombongan sanak keluarga yang mengiringi jenazahnya.

Pada hari Sabtu 14 Djulkaidah 1375 H. dengan suasana yang penuh hikmat jasad beliau dikebumikan disamping makam orang tuanya Tuan Guru H. Abdu Shamad di Kelampayan berdekatan dengan Datuk Syekh Muhammad Arsyad Albanjari.
(za/berbagai sumber)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here