Merawat Nalar

156 dibaca

Oleh: Mahmud Suhermono
(JTV Surabaya)

Tiga bulan lebih pandemi Covid-19 yang menyerbu bumi, tidak hanya memporakporandakan kesehatan dan keselamatan umat, namun juga pondasi ekonomi dan hampir semua sektor hidup dan kehidupan.

Manusia yang hidup di zaman pertengahan dulu, pernah mengalami apa yang disebut dengan zaman kegelapan. Zaman dimana, manusia tidak tahu dengan apa yang akan dilakukan dan apa yang harus dihindari.

Begitu juga dengan kita yang hidup di era pandemi Covid-19. Ketika kondisi ekonomi terpuruk, gelombang informasi yang hadir pun silang sengkarut.

Ego sektoral dan ego wilayah, hampir setiap hari dipertontonkan secara vulgar, dengan menanggalkan etika dan tatakrama.

Sehingga bukan substansi masalah yang tampaknya ingin diselesaikan, namun hanya sekedar gimik-gimiknya. Aneka macam gaya ditunjukkan ke publik, hanya demi popularitas semu.

Distorsi informasi itu demikian kuat bertaut kelindan dengan posisi media, yang juga terdampak keras secara ekonomi.

Merawat Nalar agar tetap sehat. Itulah yang bisa kita lakukan saat ini, agar tidak terhanyut dengan gelombang tsunami informasi yang sering bias dan terdistorsi, sejak dalam pikiran.(**)