Berita

Gerakan Pangan Murah, Pemkab Malang Pastikan Stok Beras Aman

▪︎MALANG – POSMONEWS.com,-
Antusiasme warga tampak memenuhi halaman Kantor Kecamatan Karangploso pada Selasa (23/9) pagi. Masyarakat berbondong-bondong mengikuti Gerakan Pangan Murah Serentak se-Jawa Timur yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Malang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda nasional yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah Indonesia, dengan tujuan menekan laju inflasi sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, hadir langsung untuk meninjau pelaksanaan gerakan tersebut. Didampingi jajaran Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Malang, Wabup mengikuti arahan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, melalui sambungan zoom meeting.

 Dalam arahannya, Menteri menegaskan bahwa prioritas utama yang harus dijaga adalah pemenuhan kebutuhan pangan dalam negeri, sehingga masyarakat dapat merasakan langsung manfaat dari program ini.

“Jangan sampai kita bisa mengekspor beras ke luar negeri, sementara rakyat kita sendiri masih kekurangan. Semua pihak harus ikut bergerak mendukung Gerakan Pangan Murah ini,” tegas Menteri Andi Amran.

Menteri Pertanian menekankan bahwa beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) harus disalurkan seluas-luasnya kepada masyarakat. Ia juga meminta dukungan TNI, Polri, dan Bulog agar distribusi tidak terhambat hingga ke pelosok daerah.

Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar secara serentak di Jawa Timur ini diinisiasi oleh berbagai pihak, termasuk Pemprov Jatim, Polda Jatim, Bulog, serta pemerintah daerah kota/kabupaten. Program ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pangan pokok dan menjaga stabilitas harga di pasar.

Melalui GPM, masyarakat bisa mendapatkan beras, minyak goreng, gula, dan berbagai komoditas lainnya dengan harga terjangkau. Program ini diselenggarakan secara berkelanjutan di sejumlah wilayah Jawa Timur, di antaranya Sidoarjo, Kediri, Surabaya, Malang, Jombang, dan Pasuruan, dengan dukungan kolaborasi dari pemerintah daerah, kepolisian, petani, dan instansi terkait.

Sementara itu, Wakil Bupati Malang menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga.

“Kabupaten Malang terus berkomitmen menghadirkan kebijakan nyata di tengah masyarakat. Melalui Gerakan Pangan Murah ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus membantu mengendalikan inflasi daerah. Apalagi menjelang akhir tahun, kebutuhan bahan pokok biasanya meningkat, sehingga intervensi pasar menjadi langkah yang tepat dan strategis,” ujar Wakil Bupati Malang.

Lebih lanjut, Wabup menambahkan bahwa GPM ini menjadi bukti sinergi yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Perum Bulog, perbankan, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan pangan.

“Alhamdulillah, di Kabupaten Malang saat ini sudah tersedia 225 titik penyaluran di dalam pasar. Dari total 34 pasar yang ada di Kabupaten Malang, seluruhnya telah menjual beras SPHP. Selain itu, di luar pasar juga terdapat sekitar 150 titik penyaluran. Dengan demikian, secara keseluruhan sudah ada kurang lebih 375 titik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh beras SPHP dengan harga terjangkau,” jelas Wakil Bupati Malang.

Ditambahkannya, dari target 7.000 ton, Kabupaten Malang saat ini masih memiliki stok sekitar 45 persen atau 3.113 ton. Stok ini dipastikan aman hingga bulan Desember mendatang. Pada hari ini, Gerakan Pangan Murah tidak hanya digelar di Kecamatan Karangploso, tetapi juga serentak di 32 kecamatan lainnya.

Masing-masing kecamatan disalurkan 1 ton beras, sehingga total 33 ton beras didistribusikan di seluruh wilayah Kabupaten Malang.

“Alhamdulillah, kondisi harga pangan di Kabupaten Malang relatif terkendali. Tidak ada deflasi, inflasi juga tidak tinggi. Yang terpenting, seluruh masyarakat kita dapat makan dengan tenang. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden terpilih, Bapak Prabowo Subianto, yang menegaskan bahwa tidak boleh ada rakyat Indonesia yang kelaparan. Karena itu, kegiatan pangan murah ini akan terus kita gencarkan,” tambah Wakil Bupati Malang.

“Masyarakat Kabupaten Malang tentu menyambut program ini dengan gembira. Ini merupakan bukti nyata perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar rakyat, sekaligus bentuk komitmen kita untuk menjaga stabilitas pangan dan meringankan beban masyarakat,” tutup Wakil Bupati Malang saat ditemui awak media. ▪︎(AHM/Dhe)

Related Articles

Back to top button