Khawatir Dibunuh Putranya?

234 dibaca

Jika memang Raja Salman nanti wafatnya karena dibunuh…!!! Maka benarlah, dia raja yang disebut Rasulullah dalam hadits-nya. Karena setelah wafatnya beliau, maka akan muncul Al Mahdi yang menggantikan posisi beliau. Dalam kalkulasi sebagian ulama, maka amat dekatlah peristiwa ini terjadi.
– Saat ini kita bisa lihat Raja Salman semakin menua.
– Gejolak didalam Kerajaan Arab Saudi
saat ini sedang terjadi.
– Salju turun di Arab.
– Sungai Eufrat mengering.
– Penindasan dan pembantaian umat Islam terjadi dimana mana.
– Orang berlomba lomba membangun gedung tinggi.
Namun yang lebih ditakutkan adalah, sebelum Al Mahdi dan Dajjal keluar, akan ada peristiwa Dukhon (kabut asap) selama 40 hari 40 malam, dunia akan gelap gulita karena tidak ada matahari, listrik dan ekonomi hancur, Teknologi musnah, tidak ada yang dapat dimakan, air mengering.
Maka orang-orang yang tidak beriman saat itu hanya punya dua pilihan, bunuh diri atau menjadi brutal.
Dan wajah orang-orang munafik menjadi hitam karena panasnya dukhon. Saya pribadi sangat takut apabila wajah ini menjadi hitam, karena digolongkan termasuk orang munafik…!!!Naudzubillah.
Semakin dekat peristiwa akhir zaman ini…!!! Rasulullah telah mengabarkannya 1400 tahun lalu…!!!
Perlu direnungkan, perbedaan kita (UMMAT NABI) saat ini dengan para sahabat Nabi dahulu sangatlah jauh. Apabila dulu ketika Rasulullah mengabarkan tentang risalah tanda-tanda akhir zaman kepada para sahabat, maka pastilah para sahabat menangis bahkan sampai pingsan. Akan tetapi saat ini yang sudah jelas bahwasanya kita hidup di akhir zaman, kita masih saja memikirkan duniawi yang sifatnya hanya sementara ini dan masih bisa saja tertawa terbahak bahak, seolah menganggap semuanya masih jauh.
Padahal Allah SWT, telah memperlihatkan begitu banyaknya tanda-tanda huru hara akhir zaman dan menjelang kehancuran alam semesta..!!!
Di akhir zaman ini. Bukan waktunya lagi bersantai. Bukan waktunya lagi kita berleha leha. Bukan waktunya lagi saling menghujat, saling menyalahkan sesama. Kini waktunya kita untuk perbaiki diri dan keluarga.
Memperbaiki iman dan amal, memperbaiki hubungan sesama muslim tanpa menghujat, menyalahkan, tanpa menjatuhkan kerabatnya. (psm)