Kementerian PUPR Mendesain Tol Terowongan Bawah Laut IKN

▪︎JAKARTA – POSMONEWS.COM,-
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai melakukan desain proyek jalan tol dengan terowongan bawah laut (immersed tunnel) pertama di Indonesia, yang berlokasi di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR, Hedy Rahadian, mengungkapkan bahwa rencananya proyek tersebut akan dimulai konstruksinya di luar masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) atau setelah 2024.
“Immersed tunnel [dibangun] setelah 2024 itu targetnya, itu kan yang sisi timur (yang saat ini diprioritaskan penyelesaiannya tol IKN sisi barat), kita akan lakukan desain tahun ini,” kata Hedy.
Hedy juga menyebut, dalam mendesain proyek tol dengan immersed tunnel, pemerintah akan mengutamakan kajian terhadap analisa mengenai dampak lingkungan atas proyek tersebut. Pasalnya, sebelumnya disebutkan bahwa pembangunan Terowongan Bawah Laut di IKN dikhawatirkan akan mengancam ekosistem yang ada, salah satunya mengancam eksistensi hewan endemik Kalimantan timur yakni Pesut Mahakam.
“Ada yang namanya analisa mengenai dampak lingkungan, kan sudah ada prototipenya, yang namanya pembangunan itu pasti ada dampak terhadap lingkungan,” ujarnya.
Lantas kapan dibangun? Direktur Pengembangan Pemanfaatan Kehutanan dan Sumber Daya Air Kedeputian Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Pungky Widiaryanto, mengungkapkan bahwa pembangunan sejumlah proyek infrastruktur di IKN memang menuai dilematik apabila disoroti dampaknya terhadap lingkungan.
Namun, dia memastikan bahwa pemerintah telah melakukan studi serta meminimalisir dampak negatif dari setiap proyek yang ada.
Contohnya, tambah Pungky, pemerintah awalnya berencana hendak membangun jembatan yang mampu menghubungkan antara Balikpapan dengan IKN melalui Teluk Balikpapan.
Bila ditilik dari segi biaya, pembangunan jembatan tersebut memang dinilai jauh lebih ekonomis. Akan tetapi, mempertimbangkan keseimbangan ekosistem yang ada, maka pemerintah justru lebih memilih untuk melakukan pembangunan terowongan bawah laut (immersed tunnel) yang nilai konstruksinya diperkirakan oleh Kementerian PUPR mencapai Rp 4 triliun per 1 kilometer (km).
“Kita coba meminimalisir dengan yang dulunya dari segi sejarah bangun jembatan yang akan merusak parah, jadi ke tunnel. Walaupun kami sadar tunnel pun juga punya risiko merusak atau memberikan efek juga,” ujarnya.
Sejalan dengan hal itu, salah satu badan usaha yang saat ini telah menunjukkan minatnya untuk menggarap proyek tol bawah laut tersebut yakni PT Hutama Karya (Persero) atau HK. Direktur Operasi I Hutama Karya, Agung Fajarwanto, menjelaskan atas rencana tersebut, saat ini pihaknya tengah melakukan pematangan terhadap kelayakan studi atas proyek tersebut.
“Kami sedang melakukan inisiasi studi untuk mengajukan prakarsa untuk membangun segmen tol yang salah satunya ada konstruksi immersed tunnel,” tuturnya.
Agung memberikan gambaran total nilai konstruksi dari proyek terowongan bawah laut perdana di Indonesia tersebut diperkirakan mencapai Rp 10 triliun. Sementara itu, total panjang terowongan sekitar 2 kilometer.
Terowongan bawah laut IKN menjadi salah satu proyek jangka panjang yang diperkirakan akan mulai dibangun pada 2025.
“Setelah 2024 targetnya. Itu kan yang sisi timur. Kami akan lakukan desain tahun ini,” kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hedy Rahadian.
Dikutip dari situs resmi Kementerian PUPR, terowongan bawah laut merupakan metode yang umum digunakan untuk menggantikan jembatan melalui wilayah perairan yang lebar. Desain terowongan dirancang dalam bentuk boks dengan panjang antara 1-1,5 kilometer.
Pembangunan terowongan bawah laut tersebut disiapkan untuk menjadi bagian dari Seksi 4 Jalan Tol Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Sebelumnya, proyek itu dinilai berpotensi mengancam lingkungan, termasuk habitat Pesut Mahakam.
Otorita IKN menargetkan pembangunan IKN pada 2024 sudah menampakkan satu ekosistem sebagai kota yang cerdas untuk memudahkan dan membuat penghuni lebih nyaman hidup dan tinggal di kawasan itu.
Membangun satu ekosistem kota yang cerdas itu, kata dia, turut melibatkan investor domestik, asing maupun investor domestik-internasional (gabungan/kerja sama).
Pembangunan IKN di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara di Provinsi Kalimantan Timur, salah satu proyek yang dibiayai APBN.▪︎[FEND]
