Kuda Nil sebagai Dewi Kesuburan

140 dibaca

Afrika adalah benua segudang kisah. Disebutkan berkali-kali dalam berbagai kitab suci, hingga menjadi Ladang arkeologi tersubur untuk menggali masa lalu. Bahkan, dunia sains menghubungkan dengan muasal nenek moyang manusia. Afrika juga penuh dengan cerita berbau mistik, di luar jangkauan akal. Ilmu hitam voodoo yang melegenda datang dari benua ini Dan, masih banyak lagi mitos di benua dengan lebih dari 1000 bahasa ini. Berikut lanjutan mitos paling dipercaya di Benua Afrika. 

 Kuda Nil

Mamalia besar ini juga punya peran penting bagi rakyat Afrika. Di jaman Mesir kuno, kuda nil betina disembah sebagai Tawaret, dewi kesuburan. Sementara orang Ronga di Mozambik memiliki legenda, mereka akan menitipkan anak-anak mereka pada kuda nil betina dari musuh. Setiap malam, induk kuda nil akan muncul dan menyusui anak-anak suku Ronga.

Kuda nil jantan punya legenda berbeda. Dikisahkan, seorang pahlawan Fara Maka menjumpai kuda nil memakan habis tanaman di ladangnya. Lalu Fara Maka melemparkan berbagai jenis tombak dan mengirim anjing hitam menyerbu kuda nil tersebut. Namun tak dipedulikan dan tetap asik merusak ladang Fara Maka. Hingga akhirnya istrinya mengucapkan mantra, barulah Fara Maka dapat membunuhnya.

Kalunga

Syahdan, Kepala suku Kitamba bersedih dengan kematian istrinya. Ia menitahkan rakyatnya untuk berpuasa makan dan bicara sampai istrinya bisa hidup lagi. Ia juga meminta dukun sakti untuk pergi ke dunia orang mati (disebut Kalunga) bertemu ratu penguasa mengambil obat untuk istrinya.Sang dukun dan anaknya turun ke Kalunga dan bertemu dengan sang ratu kematian. Ini berarti tak lama lagi waktu kematian untuk kepala suku akan tiba. Ratu Kalunga menyuruh sang dukun dan anaknya kembali ke ‘dunia atas’ dan menjaga rahasia tentang nasib kepala suku. Jika tidak, ia dan anaknya harus menetap di dunia orang mati. Karena, siapa pun yang masuk ke Kalunga tak akan pernah bisa kembali.

Anansi

Di wilayah Afrika Barat, Anansi dikenal sebagai dewa penipu. Bentuknya seperti laba-laba. Tujuan dewa ini ingin membuat manusia bodoh dan terlibat dalam segala perbuatan jahat.

Guna mencapai niatnya, Anansi menimbun semua kebijaksanaan di dunia ke dalam pot. Kemudian ia berupaya menyembunyikannya di atas pohon. Anansi mendorong pot ke atas pohon tapi selalu gagal.Putra Anansi melihat hal ini dan memberi saran agar pot diikat di tubuh ayahnya agar gampang memanjat pohon. Anansi mengikuti saran anaknya, dan memang berhasil naik dengan mudah. Sayang, ia terpeleset dan jatuh. Kebijaksanaan di dalam pot pun berhamburan di atas tanah. Di saat yang sama, hujan turun dan menghanyutkan kebijaksanaan ke sungai hingga terus ke laut. Akhirnya semua orang dunia kembali memperoleh kebijaksanaan.

Mudjadji

Suku Lovedu dari Mpumalanga, Afrika Selatan mempercayai keberadaan ratu hujan, Mudjadji. Ratu ini diyakini dapat mengirim badai untuk menghancurkan musuh suku Lovedu, sekaligus memberi berkat bagi rakyat Lovedu dan sekutu mereka. Setiap tahun, kekuasaan ratu hujan dirayakan dengan upacara ritual di Ga-Modjadji. Saat itu, sang ratu diharapkan mau bunuh diri dengan racun saat mencapai usia 60. Dan, semua ramuan pembuat hujan serta mantra-mantra akan dirahasiakan sampai saatnya ada ratu baru sebagai penerus Mudjadji.

Kebra Nagast

Kebra Nagast – disebut juga Kebra Negast merupakan kitab yang sangat suci bagi penduduk Ethiopia. Karenanya, orang Ethiopia sangat percaya bahwa mereka merupakan keturunan dari Solomon (Salomo atau Sulaiman) dengan Ratu Makeda.

Ratu Makeda disebutkan sebagai Ratu Sheba dalam Perjanjian Lama, atau Ratu Bilqis dalam Al Quran. Semua kitab suci tersebut memang menceritakan pertemuan sang ratu dengan Raja Solomon. Namun, hanya Kebra Nagast yang menulis riwayat dihasilkannya orang-orang Ethiopia sebagai hasil perkawinan raja dan ratu ini.

Raja Solomon mengundang Ratu Makeda ke istananya. Pesta jamuan pun diadakan. Setelah pesta usai, Ratu Makeda yang bermalam di istana Solomon memohon agar sang raja tak melakukan apa pun pada tubuhnya. Raja Solomon berjanji dengan syarat, Makeda tak boleh mengambil apa pun yang ada di dalam istana.

Akibat makanan pedas selama jamuan, saat tengah malam Ratu Makeda merasa haus dan ia pun meraih air minum yang sengaja ditempatkan oleh pesuruh raja di dekat tempat tidurnya. Tak lama, Raja Solomon muncul dan mengingatkan janjinya. Akibat sumpah sebelumnya, maka raja Israel ini bisa melakukan apa pun yang dikehendaki, dan itulah asal-muasal lahirnya keturunan yang menjadi bangsa Ethiopia.***